Banjir Hempaskan 73 Perahu Nelayan di Pati

Banjir Hempaskan 73 Perahu Nelayan di Pati

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 08 Apr 2017 22:07 WIB
Banjir Hempaskan 73 Perahu Nelayan di Pati
Foto: Dok BPBD Pati
Jakarta - Sebanyak 73 perahu nelayan terhempas banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Puluhan perahu yang bersandar di sungai Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti saling bertabrakan karambol hingga ada yang rusak dan terbalik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo mengatakan peristiwa terjadi hari Jumat (7/4/2017) dini hari kemarin. Saat itu aliran air sungai deras sekali yang masuk ke wilayah Sungai Alasdowo. Puluhan perahu nelayan banyak bersandar di kanan-kiri sungai.

"Saat kejadian ada hujan deras dan aliran air sungai dari wilayah atas yang masuk ke Sungai Alasdowo deras sekali. Akibatnya perahu-perahu saling bertabrakan seperti karambol. Ada sekitar 73 perahu," kata Sanusi saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Derasnya air bahkan membuat salah satu perahu sepanjang 7 meter lepas dari sandaran karena ikatan pada pohon di pinggir sungai terputus. Lepasnya perahu jenis Wuwu itu kemudian menabrak secara beruntun perahu lainnya.

Sanusi menjelaskan, karena banyak perahu yang terbalik di tengah sungai, warga kemudian meminta bantuan. BPBD Pati bersama para relawan berusaha menarik dan membalikkan perahu-perahu menggunakan truk serbaguna milik BPBD.

"Perahu-perahu yang terbalik kemudian dinormalkan posisinya. Ada yang masih bisa digunakan,namun ada juga yang rusak," katanya.

Karena banyak perahu yang terbalik lanjut Sanusi, BPBD meminta bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum. Proses evakuasi membutuhkan waktu lama hingga hari Sabtu (8/4/2017) sore.

"Evakuasi perahu yang terbalik di tarik satu persatu. Itu baru rampung sekitar pukul 17.30 WIB. Untuk kerugiannya yang menghitung Dinas Perikanan dan Kelautan, termasuk berapa perahu yang masih bisa digunakan," pungkasnya.

Sementara itu salah satu relawan asal Juwana Pati Suharyanto (40) menambahkan saat mengevakuasi perahu dilakukan satu-persatu dengan cara menarik dengan tali secara beramai-ramai. Namun ada pula perahu yang terbalik dan terseret arus sungai hingga jauh karena tali untuk menambatkan perahu di pohon pinggir sungai putus.

"satu-satu nariknya. Ada yang berada ditengah sungai dan terbalik, tapi ada juga yang hanyut sampai jauh," kata Suharyanto. (alg/bgs)


Berita Terkait