"Korban mati lemas karena mulutnya dibungkam," kata dokter Forensik Polda Jateng AKP dr Summy Hastri Purwanti usai autopsi di RSUD Keraton, Pekalongan, Minggu (7/12/2014).
Selain itu, dari hasil pemeriksaan fisik, ada luka di jari manis korban. Diduga pelaku mengambil paksa cincin korban.
Korban ditemukan tak bernyawa di tempat kos, Jalan Teuku Umar, Pasir Sari, Pekalongan Barat, Sabtu (6/12) malam. Sebelumnya, tak ada hal mencurigakan. Bahkan korban dipastikan sehat, sehingga kematian korban sangat mengagetkan.
"Motornya tidak ada, saya kira pergi," kata teman korban, Melinda (25), orang yang pertama tahu korban telah meninggal.
Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Hartono, mengaku masih memeriksa barang bukti dan saksi-saksi. Berdasarkan informasi, suami korban juga berprofesi sebagai guru SD tapi bertugas di Banyumas. Mereka menikah setahun lalu.
"Beberapa barang korban hilang. Kami masih mendalami kasus ini," katanya.
Siang ini, jenazah korban dimandikan dan dikirim ke rumahnya di Desa Cindaka, Kebasen, Banyumas. Suami korban shock dan hanya terlihat berada di SD tempat korban mengajar yang berada tak jauh dari RSUD.
(try/try)











































