Konon, pada masa itu ketika kaisar merebus air di kuali, angin yang kencang meniupkan beberapa helai daun ke adalam air rebusan tersebut. Ketika sang kaisar meminumnya, rasa air terasa lebih enak dan menyegarkan. Begitulah sejarah si cammelia sinensis ini berawal.
Mengenai kelahiran teh ini memang memiliki berbagai versi. Di Indonesia sendiri teh diperkenalkan oleh Andreas Cleyer seorang warga Belanda pada tahun 1684 sebagai tanaman hias. Hingga pada tahun 1728, VOC membawa biji-biji teh ke pulau Jawa dna membudidayakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, Prof. Dr. Dede Kusmana menyampaikan beberapa manfaat teh untuk kesehatan dalam seminar Teh For Health di Hotel Horizon, Jumat (22/8/2008).Seminar ini merupakan satu rangkaian dengan Tea Festival yang diselenggarakan di Bandung Supermall, dari 22-24 Agustus 2008.
Adalah kathekin, antioksidan di dalam teh yang bersifat multifungsi sebagai anti radang, anti proliferasi, menurunkan kolesterol jahat, menurunkan kadar gula dan lain-lain. Minum teh satu samapi dua cangkir bisa menekan penimbunan kolesterol hingga 46 persen. Jika minum 4 cangkir bisa mencapai 69 persen.
"Teh bertugas seperti aspirin yaitu mencegah agresasi atau penggumpalan trombosit. Jika trombosit menggumpal di otak maka akan menyebabkan stroke," tutur Dede. Dengan mengkonsumsi teh minimal 3 cangkir sehari maka akan mengurangi resiko stroke sebanyak 21 persen.
Dede menyebutkan, teh juga berkhasiat mengubah mood. Penemuan terbaru menyatakan kathekin dalam teh mengandung theaflavin yang bisa mempengaruhi otak untuk mengubah suasana hati.
"Khasiat itu sudah bisa dirasakan maksimal satu jam setelah diminum," ujarnya. Selain meningkatkan mood teh juga berkhasiat meningkatkan kecerdasan.
Disebutkan pula khasiat teh lainnya yaitu menurunkan hipertensi, membantu menurunkan kadar glukosa penderita diabetes, anti tumor, anti alergi, infertilitas, dan alzheimer.
Khasiat ini bisa didapatkan dari beragam jenis teh baik teh hitam maupun teh hijau. Namun tentu saja harus mengetahui cara penyajian agar kandungan kathekin di dalamnya tidak cepat hilang. Sebab seeprti halnya antioksidan yang ada dalam buah maupun sayur, kathekin juga bisa cepat berubah dan bereaksi. Sehingga dalam waktu singkat efeknya bisa berkurang atau hilang.
Caranya, seduh teh dengan air matang tapi bukan air mendidih. Biarkan dulu air sampai hangat (80-70 derajat celcius) Setelah itu seduh 3-5 menit lalu langsung minum.
Pepatah tentang teh menyatakan, if you cold tea will warm you, if you are hot tea will cool you, if you depressed tea will cheer you up, if you are excited tea will calm you.
(ema/ema)











































