Kapolsekta Sumur Bandung AKP Alvian Nur Rizal mengatakan mereka merupakan jaringan kelas kakap. Para tersangka beroperasi di empat wilayah kota-kota besar, yaitu Bandung, Bogor, Cibinong, dan Jakarta.
"Para tersangka ini menerima ganja langsung dari Aceh yang dibawa melalui jalur darat dengan menggunakan truk. Untuk mengelabui polisi, mereka menggunakan truk yang bermuatan buah atau kulit sapi agar baunya tersamarkan. Satu truk bisa memuat 1 ton ganja," jelas Alvian di kantornya, Kamis (31/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk setiap transaksi dengan kliennya, para tersangka cukup rapih. Mereka, lanjut Kapolsek, tidak mau melakukan transaksi dengan orang yang baru dikenal.
Terkait temuan senpi, Kapolsek menyatakan para tersangka mengaku jika senpi tersebut bukan milik mereka. "Senpi katanya milik kliennya yang dititipkan pada mereka sebagai jaminan pembelian ganji," tuturnya.
Polsekta Sumur Bandung menciduk dua bandar ganja kelas kakap pada Rabu (30/7/2008) Malam pukul 20.00 WIB di Jalan Terusan Buahbatu. Dari keduanya polisi berhasil mengamankan 30,2 kilogram ganja kering serta sepucuk senjata api revolver MIT 909 kaliber 7,2 mm berikut enam butir amunisi.
(ern/ern)










































