IS bisa membawa korban ke rumahnya karena kondisi rumah yang sepi. Ibunya menjaga ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit, sementara kakek tersangka yang sudah renta dengan mudah dikelabui hingga tidak mencium aksi bejadnya.
"Saya memperkosanya dua kali. Celana dalamnya kemudian saya bakar," tutur IS menjelaskan upayanya menghilangkan bukti, saat diperiksa di Mapolwiltabes Bandung, Sabtu (7/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah FS, korban disekap mulai 27 Mei sampai 4 Juni. Di sini pun FS pintar mengelabui keluarganya. Ia beralasan korban takut terhadap IS sehingga akan lebih aman jika menginap dirumah mereka. Di hadapan keluarganya FS berlaku wajar, tetapi pada malam harinya ia memperkosa korban.
FS pun mengajak AS dan UR secara bergantian ke rumahnya pada malam hari untuk menggilir korban. "Awalnya saya rayu, kemudian saya ancam agar tidak cerita kepada keluarga FS," tutur UR.
Korban berhasil kabur setelah pada 4 Juni ditinggal sendiri di rumah FS yang tidak dikunci. Ia pun meminta tolong warga untuk mengantarnya pulang setelah menuliskan alamatnya. Selang dua hari, keempat korban berhasil diringkus polisi.
Polisi menyita satu potong celana jeans, satu potong kaos warna hijau dan satu bra milik korban sebagai barang bukti. (ema/lom)










































