Antisipasi BBM Naik, SPBU Dijaga Polisi

Antisipasi BBM Naik, SPBU Dijaga Polisi

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2008 18:06 WIB
Bandung - Meskipun kenaikan BBM belum resmi, SPBU di Bandung dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Dua personel polisi ditempatkan di tiap SPBU. Wakapolres Bandung Tengah, Kompol Toni Binsar menyatakan hal itu untuk mengantisipasi reaksi akibat kenaikan BBM.

Β "Ya, kami akan lakukan pengamanan baik pengamanan terbuka maupun pengamanan tertutup di semua SPBU di wilayah Bandung. Saat ini pengamanan SPBU menjadi pengamanan rutin," ujarnya di sela-sela demo di depan Gedung Sate, Rabu (21/5/2008).
Β 
Saat dikonfirmasi ke SPBU Panghegar di Jl Peta, Supervisor Budi menyatakan sepengetahuannya terhitung sejak 10 Mei polisi sering stand by lebih intens menjaga SPBU tempatnya bekerja.

"Biasanya polisi stand by 4 sampai 5 jam disini," ujarnya. Dikatakannya, ada konvoi patroli polisi tiap dua jam sekali baik dari Polsek Bojongloa Kaler ataupun dari Polres Bandung Barat. Untuk pengamanannya, ada yang menggunakan seragam polisi ataupun preman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi mengakui, sejak pengumuman kenaikan BBM tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti aksi borong atau tindakan anarkis dari masyarakat. "Kenaikan BBM kalaupun jadi diberlakukan tidak memberikan dampak yang negatif. Saya nggak takut ada hal anarkis. Saya percaya pada pihak kepolisian," tuturnya.

Ketika dikonfirmasi ke salah seorang petugas di Polsek Bojongloa Kaler, dia menyatakan pihaknya melakukan pengamanan 24 jam. Di sekitar wilayah Bojongloa Kaler ada 4 SPBU yaitu SPBU Imanuel SPBU Panghegar dan SPBU Panghegar di Jalan Peta dan di Pasirkoja.

"Kita selalu melakukan pengawasan 24 jam baik patroli ataupun pakai baju preman sesuai intruksi pengamanan menjelang kenaikan BBM termasuk juga untuk mengantisipasi pembelian menggunakan jeriken," ujarnya. (ema/ern)


Berita Terkait