Kabag Pengasuhan IPDN Ismail Nurdin menuturkan bagaimana pihaknya telah berusaha ekstra untuk menghilangkan hal-hal buruk di kampus yang dulu bernama STPDN ini. Mulai dari pemeriksaan rutin ke barak-barak sampai saat meninggalkan atau memasuki gerbang kompleks IPDN.
Namun kejadian demi kejadian yang negatif masih terus terjadi. Karena itu Ismail menegaskan pihaknya akan menambah intensitas pengawasan terhadap para praja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurdin, untuk membaca karakter masing-masing praja di IPDN memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi. Semua etnis dari seluruh nusantara ada di sini.
"IPDN ini ibarat miniatur Indonesia. Etnis apa pun di seluruh nusantara ada di sini. Mungkin karakter orang Papua selama ini dinilai keras, tetapi beberapa dari mereka juga sangat santun dan religius. Sebaliknya, karakter etnis lain yang dinilai sopan ternyata tidak selamanya demikian juga," tandasnya. (lom/lom)










































