Demikian dituturkan Yana di rumah orang tuanya, Kamis (24/4/2008). Meskipun setelah kejadian itu keesokan harinya Yana langsung masuk sekolah, namun dia merasa trauma jika bertemu dengan guru AS. Bahkan, setiap berjumpa termasuk di lingkungan sekolah Yana terkadang menghindar. "Terus terang saya trauma, saya takut kalau ketemu pak AS. Kalau ketemu saya langsung lari. Nggak tahulah, saya trauma," ungkapnya.
Yana sendiri mengaku dia hobi main bola, saat ini dia menyukai futsal. Yana sendiri tahu ada aturan tidak boleh main bola di kelas. "Cuma karena engga ada kegiatan belajar di dalam kelas, juggling bola menendang keras, ngga tahunya pecahin kaca," akunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ema/ern)











































