Hal ini ditemukan di kawasan GOR Saparua. Eni, wanita paruh baya asal Serang yang sehari-harinya tidur di sekitar GOR Saparua, mengaku mendapat kartu memilih dari RT setempat.
"Kamis (10 April 2008-red) malam RT datang untuk mendata dan didaftarkan sebagai pemilih. Saya terdaftar di RT.2 RW.1 Kelurahan Bandung Wetan. Nyoblosnya di TPS GOR Saparua," tutur Eni sambil menggendong bayinya yang belum genap setahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eni, ia dan kawan-kawannya yang tidur di GOR Saparua sudah terdaftar sebagai warga meski tidak punya KTP. Bahkan pada pilpres 2004 pun ia ikut memilih di TPS daerah Cihapit.
Selain di GOR Saparua, gepeng lain yang berkumpul di Taman Maluku ikut didata untuk memilih. Namun ada juga sebagian dari mereka yang mudik untuk memilih di kampung halamannya.
Eni mengaku belum tahu siapa yang akan dipilih. Sementara nama-nama calon pun tak semua dihapalnya. Ia menyebut nama Danny Setiawan dan kemudian terbata-bata menyebut nama Dede Yusuf.
Sehari-harinya Eni mencari barang rongsokan. Jika hasilnya sedikit, ia pun mengemis.
Penuturan Eni ini dibenarkan oleh penjaga GOR Saparua Alex (45), bahwa Gepeng yang ada di GOR Saparua ikut mencoblos dalam pemilihan nanti. "Mereka tidak memiliki KTP, tetapi memiliki semancam kartu pengenal," ujarnya. (lom/lom)











































