Menurut keterangan ibunya, Mala (32) ketika dilahirkan mulut Dian tidak mengeluarkan tangisan layaknya bayi-bayi yang baru dilahirkan. Saat itu Mala mengaku tidak curiga dengan hal tersebut hingga ketika menginjak usia dua tahun Dian tidak bisa berjalan. Bahkan, hingga saat ini anaknya hanya bisa merangkak layaknya balita.
Mala mengungkapkan sering memeriksakan kondisi Dian kepada beberapa dokter. Beberapa dokter tersebut memiliki diagnosa yang berbeda tentang penyakit Dian. "Ada yang mengatakan IQ Dian lemah, ada juga yang bilang kekurangan zat kapur," ungkap Mala sat ditemui dirumahnnya di RW 02 Jl Babakan Ciparay, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kamis (27/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mala menambahkan, Dian memiliki satu kebiasaan aneh yaitu menyukai program-progran berita kriminal di televisi. Selain itu, kelainan fisik lainnya yaitu di bagian dada Dian, kulitnya berwarna kemerahan seperti warna kulit bayi yang baru lahir.
Di RW 02 Jl Babakan Ciparay ini, anak yang kondisinya memprihatinkan tidak hanya Dian Taufik. Namun juga terjadi pada Alia Rohali (2,5) yang gizi buruk. Tak hanya itu, Alia pun memiliki ibu yang tunarungu dan ayah yang tunarungu serta tunawicara. Sementara Rofli (8) hidup tanpa otak besar dan lumpuh layu.
(ema/ern)










































