Dian Taufik, Berusia 11 Tahun Tapi Masih Balita

Satu RW Sakit Langka

Dian Taufik, Berusia 11 Tahun Tapi Masih Balita

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 28 Mar 2008 08:37 WIB
Dian Taufik, Berusia 11 Tahun Tapi Masih Balita
Bandung - Lain Rofli yang tidak mempunyai otak besar, lain lagi dengan Dian Taufik. Bocah berusia 11 tahun ini tumbuh tidak normal layaknya bocah berusia 11 tahun. Ketidaknormalan itu membuat tubuh Dian masih seperti tubuh bocah berusia 5 tahun.

Menurut keterangan ibunya, Mala (32) ketika dilahirkan mulut Dian tidak mengeluarkan tangisan layaknya bayi-bayi yang baru dilahirkan. Saat itu Mala mengaku tidak curiga dengan hal tersebut hingga ketika menginjak usia dua tahun Dian tidak bisa berjalan. Bahkan, hingga saat ini anaknya hanya bisa merangkak layaknya balita.

Mala mengungkapkan sering memeriksakan kondisi Dian kepada beberapa dokter. Beberapa dokter tersebut memiliki diagnosa yang berbeda tentang penyakit Dian. "Ada yang mengatakan IQ Dian lemah, ada juga yang bilang kekurangan zat kapur," ungkap Mala sat ditemui dirumahnnya di RW 02 Jl Babakan Ciparay, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kamis (27/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena terbentur biaya, sejak usia Dian 9 tahun pemeriksaan kepada dokter secara rutin pun dihentikan. Pengobatan yang rutin dilakukan saat ini adalah terapi seminggu dua kali. Ayah Dian, Andi (43) mengaku sejak melakukan terapi, IQ Dian mengalami perubahan sedikit demi sedikit. "Misalnya dia bisa menangkap kalau ada lagu yang dia dengar," ucap Andi.

Mala menambahkan, Dian memiliki satu kebiasaan aneh yaitu menyukai program-progran berita kriminal di televisi. Selain itu, kelainan fisik lainnya yaitu di bagian dada Dian, kulitnya berwarna kemerahan seperti warna kulit bayi yang baru lahir.

Di RW 02 Jl Babakan Ciparay ini, anak yang kondisinya memprihatinkan tidak hanya Dian Taufik. Namun juga terjadi pada Alia Rohali (2,5) yang gizi buruk. Tak hanya itu, Alia pun memiliki ibu yang tunarungu dan ayah yang tunarungu serta tunawicara. Sementara Rofli (8) hidup tanpa otak besar dan lumpuh layu.
(ema/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini