Ketua Tim Divisi Hukum dan Advokasi Agum-Nu'man, Ivan Pandakotan Purba menyatakan DPT yang ditetapkan KPU tidak valid. Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh timnya, kata dia, ternyata jumlah pemilih Pilkada Jabar mencapai 29,5 juta atau selisih 1,5 juta dari DPT KPU yang hanya 27,9 juta.
Selain itu, kata dia, timnya pun menemukan banyak pemilih fiktif. "Ada pemilih terdaftar dalam DPT ternyata sudah meninggal, ada yang pergi ke luar negeri, atau terdaftar di dua TPS. Bahkan ada yang masih aktif di TNI Polri," jelasnya kepada wartawan di RM Sindang Reret, Jl Surapati, Senin (24/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama Sekretaris Tim Divisi Hukum dan Advokasi Agum-Nu'man, Abdi Yuhana menambahkan dari hasil beberapa hari ini, dalam satu kecamatan ada beberapa TPS jumlah pemilih fiktifnya mencapai 30 orang.
"Ini tandanya ada disparitas dalam daftar. Banyak masyakat yang mengaku tidak disensus sebagai pemilih seperti di kabupaten Indramayu," ungkapnya.
(ern/ern)










































