Humas daop 2, Mateta Rizalulhaq mengatakan, Daop 2 akan melaksanakan hal serupa ke kereta Lodaya jurusan solo kelas bisnis, kereta Turangga jurusan Surabaya kelas bisnis, kereta Arina jurusan Semarang kelas eksekutif dan kereta Kahuripan jurusan Surabaya kelas ekonomi.
Untuk kegiatan razia sendiri, ungkap Mateta, titik awal pemeriksaan di Stasiun Bandung. Puncak pemeriksaan dilakukan di stasiun Cipeundeuy Kabupaten Tasikmalaya. Selama kereta berjalan, akan dilakukan pemeriksaan di dalam kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat razia tersebut, keberangkatan kereta Mutiara Selatan terlambat selama 10 menit. Seharusnya berangkat dari pkl. 17.00 WIB, baru berangkat pkl 17.10 WIB. Keterlambatan ini, ungkap Mateta, bisa ditoleransi. Sebab, batas keterlambatan kereta adalah 10 menit sehingga tidak akan mengganggu perjalanan kereta lain. "Kita punya kantong waktu. Di titik-titik tertentu kereta bisa mempercepat lajunya sehingga bisa datang tepat waktu," ujar Mateta.
Dalam razia tersebut PT KA menurunkan 60 personil, dibantu 15 orang yang terdiri dari POM AU, CPM dan Brimop Polda Jabar. PT KA melakukan razia setiap akan dilakukan pemberangkatan kereta. Namun yang melibatkan personel eksternal, biasa dilakukan ketika menjelang liburan. "Tadi pagi sudah dilakukan razia tiket," tuturnya.
Mateta mengungkapkan, dari hasil razia yang pernah dilakukan 7 Maret lalu, ditemukan 150 orang di kereta ekonomi dan 208 orang di kereta bisnis. Untuk kereta eksekutif jarang ditemukan penumpang tanpa tiket terbilang jarang karena pemeriksaan di kereta eksekutif lebih ketat.Β Namun Mateta tidak merinci berapa jumlah penemuan di kereta eksekutif. "Paling banyak kasus ditemukan di kereta bisnis," tandas Mateta.
(ema/ern)











































