"Gerakan ini sudah mulai berjalan mulai 2006, 2007 disosialisasikan, 2008 ini baru dideklarasikan," ujar Dirut RSHS, Cissy S Prawira dalam acara deklarasi tersebut.
Menurut Cissy, meskipun gerakan tersebut adalah gerakan untuk keselamatan pasien, namun gerakan ini juga mencakup keselamatan petugas medis dan peralatan medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah awal gerakan keselamatan pasien, RSHS membuat produk sabun cuci tangan yang praktis dan higienis dengan nama Tri. Sabun yang mengandung alkohol tersebut dikemas dalam wadah praktis langsung tekan. Kini, produk tersebut sudah mulai diaktifkan di kamar-kamar pasien.
Kepala UGD RSHS, Tri Wahyuni menambahkan, pada tahun 2006-2007 lalu WHO sudah memfokuskan gerakan keselamatan untuk pasien yang bermasalah dengan infeksi. Sedangkan tahun 2008, memfokuskan pada pasien bedah dan transfusi darah. (ema/ern)











































