Hal itu disampaikan Farhan Kamaludin, tetangga Sayuti yang juga merupakan pengurus Masjid Al Jihad, masjid di lingkungan rumah Sayuti di Kelurahan Ciateul Kecamatan Regol, Bandung.
"Dulu sekitar tahun 1996 dan 1997-an, adik Pak Sayuti yaitu almarhum Kostaman, sempat bercerita kepada saya, jika kakaknya itu sempat disuruh membaca kalimah syahadat kembali oleh salah satu tokoh agama di Bandung, Mahyudin Syaf yang sekarang sudah meninggal, namun Pak Sayuti menolaknya," ungkap Farhan kepada detikbandung, Rabu (6/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa bulan setelah itu, mahyudin Syaf meninggal dunia. "Pak Sayuti mengatakan kepada adiknya Kostaman begini, tuh kan gara-gara menyuruh saya baca dua kalimat syahadat lagi, dia meninggal," ujar Farhan menirukan ucapan Kostaman.
Menurut Farhan, selama ini para tetangga memang mengetahui jika Sayuti mengaku-aku didatangi malaikat Jibril dalam mimpinya. Namun, tetangga tidak mengetahui jika Sayuti menerbitkan buku yang isinya mengangkat dirinya sebagai nabi.
"Selama ini di lingkungan warga, hubungan keluarganya dengan tetangga baik-baik saja. Mereka tidak dikucilkan. Namun terhadap Pak Sayuti memang para warga tidak respon kalau dia bicara," ujarnya.
Farhan menambahkan sebelum tahun 1993, Sayuti merupakan salah satu khotib Jumat di masjid Al Jihad. Namun setelah dia mengaku-aku menerima wahyu, Sayuti tidak pernah dipakai lagi sebagai khotib. "Bahkan dalam tiga tahun terakhir ini saya tidak pernah melihat dia shalat Jumat di Al Jihad. Tapi tidak tahu kalau di masjid lain," tuturnya.
(ern/ern)











































