Demikian disampaikan Ketua Dewan Penyantun Pamor, Ujang Safaat di Sekretariat Pamor, di Jalan PHH Mustofa, Sabtu (2/2/2008).
"Sebelum diklat, calon anggota menjalani pra diklat berupa teori dan fisik. Mereka pun menjalani tes kesehatan sebelum ikut pelatihan. Dokternya dari lembaga," ujar Ujang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ujang pun enggan berkomentar saat disinggung apakah pada diklat terjadi kekerasan fisik yang dilakukan oleh panitia terhadap calon anggota. "Yang berhak berbicara adalah panitia, saya hanya alumni," tandasnya.
Pelatihan yang dimulai sejak Jumat pekan lalu, 25 Januari 2008 ini, seharusnya berakhir Sabtu, 2 Februari 2008. "Harusnya hari ini sudah berakhir," ujarnya.
Ujang mengaku tidak mengetahui kronologis kematian Bagja. Dia pun tidak mengetahui kegiatan akhir yang diikuti oleh Bagja. "Sepengetahuan saya Jumat tidak ada kegiatan sama sekali," tutur Ujang. (ern/lom)











































