Kabupaten Bandung Barat

Banjir Terjang Puluhan Rumah di Empat Desa Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 16 Feb 2022 11:56 WIB
Permukiman warga di Kampung Ciharashas, RT 04/04, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terendam banjir usai hujan deras mengguyur pada Selasa (15/2/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.
Rumah warga terendam banjir kawasan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Hujan deras melanda Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (14/2/2022) sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian itu mengakibatkan puluhan rumah di empat desa terendam banjir.

Berdasarkan catatan BPBD Bandung Barat titik banjir pertama terjadi di Kampung Ciharashas, RT 4 dan 5, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. "Di Ngamprah ini yang paling parah banjirnya. Ada 20 rumah 90 jiwa yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan meluapnya aliran Sungai Cihaur," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat Duddy Prabowo kepada wartawan, Rabu (16/2/2022).

Titik banjir selanjutnya ada di Kampung Andir, RT 03/02, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, hingga menyebabkan tiga rumah jebol dan rumah lainnya turut terendam banjir. "Total yang terdampak ada 4 rumah tapi yang parah itu 3 rumah jebol. Kejadiannya sekitar pukul 14.30 WIB setelah hujan deras, kemudian air meluap dan masuk ke dalam rumah warga," ucap Duddy.

Sementara untuk di Kampung Caringin, RT 01/01, Desa Margajaya, sekitar 22 rumah yang terendam banjir serta 98 jiwa terdampak. Lalu ada 2 rumah dengan 8 jiwa yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut.

"Total 22 rumah terdampak banjir. Untuk korban jiwa nihil kerusakan rumah tidak ada yang berat," kata Duddy.

Kemudian banjir juga terjadi di Kampung Permata RT 7/5, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, KBB. Di lokasi ini ada 8 rumah dengan 38 jiwa dan satu masjid yang terendam banjir tersebut.

"Tapi dari semua banjir yang terjadi di 4 desa, termasuk di titik yang paling parah tidak perlu lokasi pengungsian karena rumahnya masih bisa ditempati," kata Duddy.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi beberapa waktu ke depan. "Intinya kita minta kesiapsiagaan masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana termasuk banjir bandang ini mengingat cuaca ekstrem masih terjadi," tutur Duddy

(bbn/yum)