Kota Cimahi

Warga Panik saat Banjir Jebol Dinding Empat Rumah di Cimahi

Muhammad Iqbal, Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 20:26 WIB
Tembok rumah yang jebol diterjang banjir di Gang Cihanja, RT 01/07, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi
Tembok rumah yang jebol diterjang banjir di Gang Cihanja, RT 01/07, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Cimahi -

Sedikitnya 20 rumah di Gang Cihanja, RT 01/07, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, terendam banjir usai hujan deras mengguyur pada Selasa (15/2/2022) pukul 14.30 WIB.

Tak cuma itu saja, ada empat rumah lainnya yang dindingnya jebol akibat tak mampu menahan tingginya debit dan kencangnya laju air yang mengalir dari arah atas permukiman akibat adanya tanggul yang jebol.

"Total rumah yang terdampak itu sekitar 20 rumah. Tapi ada 4 rumah juga yang temboknya jebol, mungkin karena arus airnya kencang," ungkap Eri warga setempat kepada detikcom.

Eri mengatakan banjir tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul di atas permukiman warga. Air kemudian meluber ke sawah sampai akhirnya menggenangi rumah warga dengan ketinggian hampir 1 meter.

"Ditambah ada pohon tumbang yang menyumbat aliran sungai, jadi airnya limpas ke rumah warga. Ketinggian banjir itu sekitar 80 centimeter," kata Eri.

Namun ia menyebut banjir yang menerjang permukiman warga tak berlangsung lama. Hal itu lantaran air langsung surut dan kembali ke saluran sungai usai dibersihkan oleh warga.

"Ini surutnya termasuk cepat karena kita langsung beres-beres saluran dibantu BPBD dan Damkar. Banjirnya juga kan mengalir bukan menggenang dan alhamdulillah enggak ada korban," ucap Eri.

Sementara itu Muhammad Syafei mengatakan dinding belakang rumahnya jebol usai diterjang banjir yang menerjang. Kala itu ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah.

"Tetangga teriak banjir, saya keluar ternyata air itu deras. Cuma 15 menit langsung masuk ke dalam rumah airnya. Ketinggian air 1 meter kurang sedikit," kata Syafei.

Sementara dinding rumahnya yang jebol diduga akibat konstruksi yang tak kuat menahan debit air yang menerjang. "Awalnya enggak, tapi lama-kelamaan akhirnya jebol juga. Mungkin karena enggak kuat menahan air makanya sampau seperti itu," kata Syafei.

Saat banjir menerjang ia bergegas menyelamatkan anaknya yang tengah tertidur beserta sang istri. Sayangnya harta benda miliknya habis semua terendam banjir.

"Pas banjir ya langsung keluar semua karena panik juga, yang penting anak dan istri selamat. Kalau barang enggak ada yang selamat enggak apa-apa," ucap Syafei.

(yum/bbn)