Kota Bandung

Respons Ridwan Kamil Tanggapi Vonis Penjara Seumur Hidup Herry Wirawan

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 16:59 WIB
ridwan kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Enggran Eko Budianto)
Bandung -

Herry Wirawan divonis seumur hidup atas kasus pemerkosaan terhadap 13 santri. Vonis tersebut tak sesuai dengan lima tuntutan jaksa.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengaku tak memiliki hak untuk beropini tentang aspek hukum. Namum, gubernur yang akrab disapa Emil itu menekankan agar tuntutan jaksa bisa dipenuhi.

"Kalau belum sesuai tuntutan jaksa, mudah-mudahan jaksa ada upaya hukum lagi. Sehingga dimaksimalkan lagi seperti yang dituntut jaksa, betul hukuman mati," kata Emil usai menghadiri acara West Java Calendar of Event, Selasa (15/2/2022).

Emil juga menjamin tentang perlindungan terhadap korban dan anak-anaknya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar.

"Jadi sudah disiapkan semua perlindungan bantuan, sehingga mereka bisa mandiri sesuai dengan cita-citanya," kata Emil.

Lebih lanjut, Emil mendorong agar korban tak memiliki trauma. "Untuk teknis nanti dikabari beasiswanya, keseharian dan lainnya pasti diatur oleh bantuan DP3AKB," kata Emil.

Sebelumnya, jaksa sudah menjatuhkan tuntutan kepada Herry dalam sidang yang digelar Selasa (11/1). Adapun tuntutan jaksa yaitu:

1. Hukuman mati
2. Hukuman pidana tambahan pengumuman identitas dan kebiri kimia
3. Hukuman denda Rp 500 juta dan restitusi kepada korban Rp 331 juta
4. Pembubaran yayasan pesantren termasuk Madani Boarding School
5. Penyitaan aset dan barang bukti untuk dilelang

Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin Yohanes Purnomo Suryo dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (15/2/2022).

Hakim menilai perbuatan Herry Wirawan telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," ucap hakim.

(yum/bbn)