Kabupaten Garut

Enggan Beri Uang-Rokok, Santri di Garut Dikeroyok Berandalan

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 15:16 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Garut -

Seorang santri di Garut menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok berandalan. Penyebabnya, karena sang santri enggan memberikan uang saat dipalak para pelaku.

Insiden tersebut berlangsung di kawasan Jalan Raya Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Minggu (13/2). Kapolsek Banyuresmi Kompol Supian BJ membenarkan hal tersebut.

"Korbannya A, berusia 15 tahun," kata Supian kepada wartawan, Selasa (15/2/2022).

Peristiwa tersebut bermula saat A berjalan kaki hendak menuju acara pengajian di salah satu pesantren di Tarogong Kaler, dari kawasan Leles.

Sesampainya di lokasi, korban bertemu dengan sekelompok berandalan. Para pelaku menghentikan laju A dan memintai sejumlah uang kepada A.

"Korban diminta uang dan rokok, namun korban enggan memberi," katanya.

Mendapat respons tersebut, para pelaku kemudian langsung menghajar korban ramai-ramai menggunakan tangan kosong. Korban didorong dan dipukuli saat itu.

Akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka-luka di tubuhnya. Salah satunya luka di kepala yang menyebabkan korban harus dijahit.

"Ada beberapa luka. Ada memar juga di leher," katanya.

Usai kejadian tersebut, polisi kemudian bergegas mencari keberadaan para pelaku. Pelaku kemudian berhasil diamankan petugas tak lama usai kejadian tersebut.

"Semua sudah diamankan di Polres Garut," tutup Supian.

(yum/bbn)