Kedelai Mahal, Pedagang Tahu-Tempe di Pasar Cimahi Naikan Harga

Faizal Amiruddin, Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 14:53 WIB
Pedagang tahu-tempe di Pasar Cimahi.
Foto: Pedagang tahu-tempe di Pasar Cimahi (Muhammad Iqbal/detikcom).
Cimahi -

Sejumlah pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional Kota Cimahi mulai menaikkan harga dagangannya. Hal itu imbas dari kenaikan harga kacang kedelai.

Seperti dituturkan Alan (24), salah satu pedagang tahu dan tempe di Pasar Atas Baru (PAB). Ia menuturkan harga beberapa merek tahu dan tempe sudah mengalami kenaikan.

"Kacau, sekarang naik lagi beberapa merek. Katanya mah Minggu ini yang lainnya ikut naik juga," ujar Alan, Senin (15/2/2022).

Alan menuturkan rata-rata kenaikan tahu dan tempe tidak lebih dari Rp 500 dari tingkat produsen. Hal sama pun dilakukan oleh para pedagang, dengan hanya menaikkan harga tempe sekitar Rp 500 dari harga sebelumnya.

"Naiknya sekitar Rp 200, paling mentok Rp 500-an. Dari sana Rp 3.000, saya jual Rp 3.500. Kalau sekarang naik, dijual Rp 4.000. Saya cuman ambil 500. Itu juga belum tentu bersih," ucapnya.

Imbas kenaikan tersebut, dirinya mengaku mengurangi jumlah stok dagangannya ke pihak produsen. Dirinya selalu memesan sekitar 500 stok tahu dan tempe. Namun, karena adanya kenaikan, ia hanya memesan sekitar 300 pack saja.

Selain itu, dirinya pun mengalami penurunan penjualan. Pasalnya, pengaruh harga minyak goreng yang belum stabil dan disusul kenaikan tahu dan tempe membuat pembeli enggan berbelanja.

"Biasa saya pesan 500 an, sekarang paling ambil dikit 300 an. Yang beli juga nurun. Karena banyak yang tidak belanja, karena pengaruh harga minyak," ungkapnya.

Di pihak lainnya, Wahyo (34) seorang produsen tempe menjelaskan melonjaknya harga kedelai menjadi penyebab naiknya harga tempe dan tahu. Saat ini, per satu kilogram sekitar Rp 11.200 dari asalnya Rp 10.000.

"Dulu normal harga di Rp 10 ribu. Ada sebulan terakhir ini naik terus," tuturnya.

Kenaikan kedelai pun direspon dengan rencana mogok kerja yang akan dilakukan pada 21-23 Februari 2022 mendatang. Dirinya pun akan ikut mogok dua hari sebelum pelaksanaan mogok serentak.

"Paling Jumat terakhir sudah mulai berhenti kerja. Karena untuk stop pasokan di hari Senin, hari Jumat kita sudah enggak produksi dulu," ungkapnya.

Simak Video 'Alami Kenaikan, Kopti Kab Bandung Desak Pemerintah Stabilkan Harga Kedelai':

[Gambas:Video 20detik]