BOR RS COVID-19 di Cimahi Capai 66,09%, Tertinggi di Bandung Raya

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 18:16 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Cimahi -

Penularan COVID-19 di Kota Cimahi terus mengalami peningkatan. Kondisi itu berdampak kepada tingginya angka keterisian tempat tidur atau Bed Ocuppancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 Kota Cimahi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mohammad Dwihadi Isnalini mengungkapkan BOR di Kota Cimahi mencapai 66,09 persen.

"Untuk keterisian kamar tidur, kita BOR-nya di 66,09 persen dari 194 tempat tidur," ungkap Dwihadi di Pemkot Cimahi, Senin (14/2/2022).

Bila merujuk pada data pikobar.jabarprov.go.id, keterisian BOR Kota Cimahi masuk dalam kategori tertinggi di Bandung Raya. Dibandingkan dengan daerah lainnya yang berada di bawah 50 persen.

Seperti Kota Bandung berada di angka 45,14 persen, Kabupaten Bandung berada di angka 44,53 persen dan Kabupaten Bandung Barat berada di angka 10.99 persen.

Dwihadi menjelaskan banyaknya pasien yang berada di rumah sakit rujukan COVID-19 bukan berasal dari Kota Cimahi. Maka dari itu, jumlah keterisian-nya dinilai lebih tinggi dibanding kota lainnya.

"Rumah sakit rujukan kami menerima dari luar daerah juga. Kemarin ada 77 kasus dari luar Kota Cimahi. Yang dari kota Cimahi sekitar 50, jadi ada selisih 22 orang," ungkapnya.

Sekadar diketahui, angka kasus penularan COVID-19 di Kota Cimahi berada di angka 433 kasus aktif. Angka tersebut diperkirakan terus mengalami peningkatan hingga bulan depan.

"Sampai hari ini, kasus Covid setiap hari selalu ada penambahan kasus, kurang lebih di 50 kasus per hari. Kemudian sampai hari ini kita sudah ada sekitar 425 kasus yang aktif dari bulan Januari," ungkapnya.

Selain itu, kata Dwihadi, lansia sangat berisiko dengan penularan COVID-19 khususnya varian Omicron. Maka dari itu, pihaknya pun mengingatkan agar setiap masyarakat terus memperketat penerapan protokol kesehatan di luar dan di dalam rumah.

(mso/mso)