Kota Bandung

Tren COVID-19 Meningkat, PTMT di Kota Bandung Tetap 50%

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 11:26 WIB
Aktivitas belajar mengajar di SDN 065 Cihampelas Bandung, Jawa Barat, Senin (7/2/2022). Pemerintah Kota Bandung kembali melakukan pengetatan aktivitas masyarakat termasuk pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi 50 persen guna mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.  ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bandung -

Meski kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Bandung terus meningkat namun Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) tetap akan diselenggarakan.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan pelaksanaan PTMT di Kota Bandung mengacu pada surat edaran Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) RI.

"Walaupun dari hari ke hari tren yang terkonfirmasi terus meningkat tapi PTMT masih mengacu pada surat edaran Mendikbud, di sana masih tetap mengamalkan 50%. Akhirnya di Kota Bandung sampai hari ini masih menyelenggaran namun dengan kehati-hatian," kata Asep saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (15/2/2022).

Asep menjelaskan PTMT di Kota Bandung terbagi dalam empat kelompok regulasi. Kelompok regulasi itu mengatur tentang batas maksimal jumlah siswa yang diperbolehkan mengikuti PTMT di sekolah.

"PTMT di Kota Bandung dibagi kedalam 4 kelompok, kelompok satu 330 satuan pendidikan itu jumlah yang hadir yang ikut PTMT 50%, jam belajar dari 6 dikurangi jadi 4 jam agar tidak terlalu lama di sekolah," jelasnya.

Kemudian untuk kelompok regulasi kedua, sebanyak 1.677 satuan pendidikan diperbolehkan hanya menghadirkan 25% sampai dengan 50% siswa di sekolah. Kelompok regulasi ketiga, maksimal siswa hanya dibolehkan 25% dengan jumlah satuan pendidikan 632.

"Untuk kelompok keempat masih proses verifikasi, kalau memenuhi syarat di kisaran 10% sampai 25% PTMTnya," ujar Asep.

Mengomentari desakan dari Forum Aksi Guru Indonesia Jawa Barat (FAGI Jabar) agar PTMT di Bandung segera dihentikan, Asep menuturkan saat ini PTMT masih sangat mungkin diberlakukan di Kota Bandung.

Pasalnya kata dia, regulasi dari pusat masih membolehkan PTMT diberlakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan aturan yang ketat.

"Selagi regulasi dari pusat memungkinkan ya kita selenggarakan. Makanya kita bagi empat kelompok karena pemkot bandung berprinsip kehati-hatian. Kalau sekarang masih kemungkinan dengan cara empat kelompok itu," ucapnya.

Selain itu orang tua murid juga dibolehkan memilih untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTMT atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Kita juga beri ruang ke orang tua yang tidak mengizinkan ya kita fasilitas PJJ. Yang jelas anak sekolah harus seizin orang tua," tutup Asep.

(bba/yum)