Kota Bandung

Minyak Goreng Murah Ludes Hitungan Menit di Bandung

Bima Bagaskara, Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 16:17 WIB
Warga Tangerang Selatan mengantre panjang demi mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Lewat operasi pasar, minyak goreng dijual Rp 14 ribu per liter.
Ilustrasi minyak goreng murah (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Bandung -

Masyarakat Kota Bandung masih terus berburu minyak goreng (migor) murah. Hal itu dibuktikan dengan ludesnya stok minyak goreng murah yang dipajang di salah satu swalayan di Cipadung Kulon, Kota Bandung.

Pantauan detikcom di lokasi Senin (14/2/2022), rak-rak yang biasanya berisi beragam merek minyak goreng kemasan kosong. Tidak ada satupun minyak goreng yang tersisa di sana.

Informasi dihimpun, pagi harinya ratusan masyarakat mengantre di depan swalayan tersebut untuk membeli minyak goreng. Mereka bahkan datang sebelum swalayan itu buka.

"Tadi pagi ramai, masyarakat antre dari jam 8 sudah ramai. Sementara kita baru buka jam 10," kata Yudi Store Manager Borma Cipadung Kulon saat dikonfirmasi detikcom.

Menurut Yudi antrean warga tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Kata dia, masyarakat yang datang kebanyakan membeli minyak goreng bukan untuk kebutuhan rumah tangga, melainkan untuk usaha.

"Kebanyakan bukan untuk konsumsi sendiri, artinya mereka punya usaha kaya jual gorengan dan sebagainya gitu," ujarnya.

Tiap harinya pihak Borma Cipadung Kulon sendiri menyediakan minyak goreng di kisaran 300 pcs. Meski telah menjatah jumlah pembelian, namun minyak goreng yang dipajang langsung ludes terjual hanya dalam waktu beberapa menit.

"Kita jatah satu orang maksimal satu kemasan yang 2 liter. Kita pakai kupon, jadi masyarakat antre punya kupon, baru bisa beli minyak. Itu pun langsung ludes cuma 10 menit, gak ada sisa," ungkap Yudi.

Meski telah diberlakukan sistem kupon, Yudi mengungkapkan masih banyak masyarakat yang mengakali agar bisa mendapat lebih dari satu kemasan minyak goreng.

"Sudah kita kasih kupon masih banyak cara mereka mengakali.Tadi banyak yang mau ngakalin, dia masuk, transaksi di kasir minyak disimpan di motor ikut antrean lagi, begitu aja. Untungnya kami dibantu kepolisian buat menertibkan antrean," jelasnya.

Masih kata Yudi saat ini pasokan minyak goreng dengan harga murah dari distributor sangat sulit didapat. Jika biasanya Borma Cipadung Kulon bisa mendapat 3.000 karton minyak, saat ini hanya 300-an saja.

"Order seminggu biasanya 3000 karton, sekarang 300 juga sudah untung. Itu pun dapatnya itu satu merek, dulu mah semua merek," pungkas dia.

Masih Ada Minyak Goreng Dijual di Atas HET

Minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) atau dikenal subsidi sudah sepekan beredar di sejumlah pasar di Kota Cimahi. Meski begitu, masih ditemukan pedagang yang menjual minyak goreng tidak sesuai dengan harga HET.

Agus Hendrayana, salah satu pedagang di Pasar Atas Baru menuturkan, minyak goreng kemasan subsidi sudah dijual sejak satu pekan lalu. Ia mendapatkan barang tersebut dari distributor minyak sejumlah merek.

"Ada dari seminggu yang lalu kita udah jual. Ada merek Sedap, Sunco sama Sip," ujar Agus kepada detikcom, Senin (14/2/2022).

Meski begitu, pihak distributor belum memberikan keleluasaan pesanan kepada pedagang. Mereka masih membatasi dengan patokan 10 dus untuk satu pedagang.

"Ya alhamdulillah-nya udah ada. Cuman masih terbatas. Kemarin saya cuman dapet 8 dus," ucapnya.

Selain itu, kata Agus, adanya minyak kemasan subsidi membuat warungnya ramai kembali. Hanya dalam waktu dua hari, stok minyaknya sudah ludes.

Pedagang di pasar rata-rata, kata Agus, tidak menerapkan penjualan layaknya di minimarket. Pedagang mementingkan pelanggannya terlebih dahulu agar mendapatkan minyak dengan harga Rp 14 ribu.

"Enggak sih, sehabisnya aja. Cuman harus misahin buat pelanggan dulu, paling kita kasih tiga. Ini juga pelanggan udah ada yang nitip supaya disisain," pungkasnya.

Selain harga minyak kemasan, minyak curah pun ditekan untuk turun harga. Namun, pantauan di pasar, harga minyak curah belum mengalami penurunan. Banyak pedagang masih menjual dengan harga Rp 19 ribu - 20 ribu per kilogram.

Di pihak lain, Kasubag Tata Usaha (TU) UPTD Pasar Kota Cimahi Andri Gunawan mengatakan pihaknya masih menemukan sejumlah pedagang yang menjual minyak kemasan di atas HET.

"Sudah ada, cuman masih belum merata kalau kami lihat. Dari teman yang mantau setiap hari. Belum ada tuh yang jual di bawah 14 ribu. Paling murah 15 ribu," ucap Andri.

Kata Andri, beberapa pedagang beralasan karena ketentuan harga dari distributor yang berbeda. Meski berbeda, pihaknya pun tidak dapat berbuat banyak karena tidak memiliki kewenangan untuk menekan harga kepada pedagang.

"Informasi terakhir, katanya dari distributor minyaknya harganya gak segitu. Ini macam macam, 3 pasar harganya berbeda beda nih. Penyuplai-nya enggak sama di setiap pasar," katanya.

(yum/bbn)