MAKI Laporkan Dugaan Korupsi Operasional Gubernur-Wagub ke Kejati Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 15:41 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Serang -

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman melaporkan dugaan korupsi biaya penunjang operasional Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017-1021 ke Kejati Banten. Anggaran operasional itu diduga tidak dibuat laporan pertanggungjawabannya.

Dalam keterangannya, biaya operasional Gubernur dan Wakil Gubernur Banten adalah 0,15 persen dari PAD. Kurang lebih, operasional ini dari tahun 2017 hingga 2021 senilai Rp 57 miliar.

"Diduga telah dicairkan dan dipergunakan secara maksimal jumlah pencairannya namun diduga tidak dibuat SJP yang kredibel sesuai peraturan perundang-undangan," kata Boyamin di Serang, Senin (14/2/2021).

Biaya operasional untuk orang nomor satu dan dua di Banten itu adalah 65 persen untuk gubernur dan 35 persen wakil gubernur. Uang itu digunakan untuk kepentingan penunjang operasional tapi tidak digolongkan sebagai honorarium atau tambahan penghasilan. Sehingga, katanya harus dipertanggungjawabkan sesuai penggunaan.

"Patut diduga biaya penunjang operasional tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan dianggap sebagai honor dan tidak dipertanggungjawabkan dengan SPJ sah dan lengkap," katanya.

Karena tidak ada laporan, Boyamin menduga bahwa perbuatan itu sudah masuk tindak pidana korupsi. Ada kerugian negara yang jumlahnya puluhan miliar atau lebih sepanjang laporan LPJ itu tidak kredibel.

Ia juga menyampaikan beberapa potensi peraturan yang dilanggar. Mulai dari UU 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah, UU 17 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, dan PP Nomor 109 tahun 200 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

"Maki tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, laporan aduin ini hanyalah sebagai bahan proses lebih lanjut oleh Kejati Banten untuk menentukan ada tidaknya dugaan penyimpangan dalam perkara tersebut di atas," ujarnya.

Lihat juga video 'Dua Tersangka Penyuap Pejabat Ditjen Pajak Ditahan!':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mso)