Round-Up

Kisah Pilu di Balik 45 'Polisi Tidur' Hiasi Jalan Sepanjang 2 KM

Siti Fatimah - detikNews
Minggu, 13 Feb 2022 11:35 WIB
Jalan Benteng di Kota Sukabumi memiliki polisi tidur sebanyak 45 buah. Padahal jalan tersebut hanya sepanjang 2 KM.
Jalan di Sukabumi 'dihiasi' 45 polisi tidur (Foto: Siti Fatimah/detikcom).
Sukabumi - Sebuah jalan dengan panjang 2,3 kilometer di Sukabumi jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, jalan tersebut 'dihiasi' dengan 45 polisi tidur.

Di balik banyaknya polisi tidur itu ternyata menyimpan kisah. Ibarat kata 'tak ada asap tak ada api' menjadi peribaha yang pas untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Imron (32), selaku warga setempat mengatakan sebelum ada polisi tidur sering terjadi kecelakaan yang menimpa anak-anak dan pengguna jalan. Polisi tidur (speed bump) itu dibuat atas inisiatif dan swadaya warga sendiri.

"Kalau enggak ada kejadian mungkin enggak akan ada tanggul (polisi tidur). Kejadian anak kecil nyebrang, ditabraknya sama motor ninja, sampai sekarang jadi anaknya trauma," kata Imron saat ditemui detikcom, Sabtu (12/2/2022).

Kecelakaan itu bahkan tidak hanya sekali. Di pertinggaan Jalan Benteng, Kampung Benteng Tengah sempat terjadi kecelakaan antar pengendara. Saat itu, kata dia, pengendara sepeda motor terpental ke bagian bawah mobil.

Oleh sebab itu, karena padatnya kendaraan dan maraknya kecelakaan, warga berinisiatif membuat polisi tidur. Sayangnya tak semua orang setuju terkait polisi tidur dengan jumlah sebanyak itu.

Seperti salah satunya yang dialami Ajeng (26). Dia mengaku tak nyaman dengan banyaknya polisi tidur. Dia menyarankan polisi tidur hanya dibuat berdekatan antara Puskesmas dan Sekolah.

"Dari rumah ke (pasar) Degung suka pegel, pas itu makin banyak di pertengahan. Kalau bisa tanggulnya (polisi tidur) di puskesmas sama sekolah aja," kata Ajeng.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman menjelaskan pembuatan polisi tidur tidak boleh sembarangan, karena ada ancaman pidana satu tahun.

"Masyarakat tidak boleh sembarangan memasang, sebab kalau sembarangan memasang yang mengakibatkan kerusakan bisa terkena dampak, bisa menuntut ke yang memasang ancaman hukumannya 1 tahun," kata Abdul saat dikonfirmasi terpisah.

Merujuk pada Pasal 274 ayat (1) dan ayat (2) UU LLAJ, orang yang memasang polisi tidur sembarangan sehingga menyebabkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan dapat dikenakan hukuman penjara paling lama 1 tahun dan denda maksimal 24 juta.

Bahkan, masyarakat umum pun dilarang memasang alat pembatas kecepatan seperti polisi tidur. Terlebih, jika polisi tidur tersebut memberikan dampak kerusakan terhadap pengguna jalan umum lainnya. (mso/mso)