IPB Kembangkan Metode Replantasi Terumbu Karang di Raja Ampat

M Sholihin - detikNews
Kamis, 10 Feb 2022 19:06 WIB
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas rak PVC untuk replantasi terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) (menggagas rak PVC untuk replantasi terumbu karang di Raja Ampat, Papua BaratFoto: M Sholihin/detikcom)
Papua Barart -

Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di pusat segitiga karang dunia (coral triangle) dan juga merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia. Raja Ampat juga menjadi salah satu destinasi wisata utama Indonesia karena keindahan bawah lautnya.

Namun di balik itu, ancaman kerusakan terumbu karang terus menghantui, sehingga perlu disikapi dengan tindakan nyata untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih luas.

Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonvitner mengatakan, jika tidak ada intervensi atau perbaikan, maka dalam 10 tahun ke depan terumbu karang di Raja Ampat akan rusak parah dan bahkan hilang.

"Untuk itu, Bappenas bersama ICCTF, kemudian PKSPL IPB, Pemda Raja Ampat dan Pemprov Papua Barat melakukan kegiatan replantasi terumbu karang. Banyak kegiatan replantasi yang sudah dilakukan pihak lain, tetapi kurang berhasil," kata Yonvitner kepada detikcom, Kamis (10/2/2022).

Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas rak PVC untuk replantasi terumbu karang di Raja Ampat, Papua BaratPusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas rak PVC untuk replantasi terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat Foto: M Sholihin/detikcom

Yonvitner menjelaskan, replantasi yang diaplikasikan di kepulauan Raja Ampat menggunakan metode baru berupa Rak PVC yang diterapkan dengan berbagai inovasi.

"Metode Rak PVC berhasil dengan baik. Tingkat keberhasilannya mencapai sekitar 90 persen. Replantasi terumbu karang ini sangat bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat," kata Yonvitner.

Direktur program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Ferry Kurniawan menjelaskan, proses replantasi terumbu karang dimulai sejak Februari 2021 lalu.

Bibit-bibit terumbu karang mulai ditanami di pesisir pantai Kampung Yensawai di Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat dengan media paralon. Wilayah ini juga menjadi wilayah percontohan untuk konservasi terumbu karang di Raja Ampat.

"Jadi rangka-rangka yang kita buat dengan paralon itu ditanami terumbu karang, yang kita ambil dari terumbu karang yang masih hidup. Ada beberapa media replantasi yang kita modifikasi, tetapi tetap dengan paralon, semua kita sesuaikan," ujar Ferry yang merupakan koordinator tim replantasi di Kampung Yensawai.

Selama proses replantasi, lanjut Fery, perawatan dan monitoring juga dilakukan secara terus menerus, agar proses replantasi berjalan dengan baik.

"Terumbu karang yang kita replantasi itu awalnya hanya setinggi 5 centimeter, sekarang setelah setahun tingginya mencapai 11-12 centimeter," ujar Ferry.

"Jadi pertumbuhan semua terumbu karang itu hanya 5 centimeter dalam setahun. Bayangkan kalau yang rusak tingginya 20 centimeter, butuh berapa tahun terumbu karang itu tumbuh? Ini mengapa betapa pentingnya menjaga terumbu karang," ucapnya.

Dari penyuluhan yang dilakukan, pemuda dan masyarakat Yenswai kini disebut telah mampu melakukan replantasi tanpa bantuan tim IPB. Tidak hanya soal replantasi terumbu karang, mereka juga sudah mampu merehabilitasi mangroove dan lamun.

"Proses baru berjalan selama setahun, tetapi dampak positifnya sudah terlihat. Sekarang terumbu karang semakin banyak, ikan-ikan kembali berkumpul di depan kampung," kata Ferry.

(yum/bbn)