Data Jabar

Selama 2021, Terjadi 505 Kasus Kekerasan ke Perempuan-Anak di Jabar

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 09 Feb 2022 22:30 WIB
poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat pada 2021 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jabar menerima aduan sebanyak 505 kasus kekerasan selama 2021.

Berdasarkan data yang diterima dari UPT PPA Jabar, angka kasus kekerasan pada 2021 lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Pada 2020, pengaduan kasus kekerasan mencapai 389. Sedangkan, tahun 2019 hanya 95 kasus.

Bentuk kekerasan psikis terhadap perempuan dan anak yang mendominasi di Jabar. Totalnya 318 kasus. Kemudian disusul kekerasan fisik yang mencapai 127 kasus. Sedangkan kekerasan seksual mencapai 81 kasus.

Berbeda dengan data yang disajikan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kasus kekerasan seksual mendominasi di Jabar. Totalnya mencapai 697 kasus. Kemudian disusul kekerasan psikis dan fisik, masing-masing 482 dan 440 kasus. SIMFONI mencatat total kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jabar pada 2021 mencapai 1.634 kasus.

Pemprov Jabar mendorong masyarakat agar lebih peka terhadap kasus kekerasan dan tak segan melaporkannya. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar meluncurkan Jabar Cangker.

Cangker merupakan akronim dari Berani Cegah Tindakan Kekerasan. Jabar Cangker merupakan kampanye yang dilakukan Pemprov Jabar untuk mengedukasi masyarakat tentang kasus kekerasan.

"Ini untuk pemahaman literasi masyarakat. Apa yang disebut kekerasan itu barangkali perlu kita lebih sebarluaskan kembali, sosialisasikan secara maksimal," kata Kepala DP3AKB Jabar I Gusti Agung Kim di Gedung Sate, Rabu (9/2/2022).

Hal senada disampaikan Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Jabar Atalia Pararatya. Istri Gubernur Jabar ini mengatakan masyarakat harus aktif melapor ketika menjadi korban kekerasan. Atau, membantu korban kekerasan untuk berani melapor.

"Jadi ini adalah momentum bersama kita untuk saling merefleksikan diri terkait kejadian-kejadian sebelumnya, agar supaya masyarakat tidak takut untuk melaporkan," kata Atalia.

Pemprov Jabar juga memiliki hotline yang bisa dihubungi masyarakat ketika mengalami atau membantu korban kekerasan untuk melapor. Aduan bisa melalui 129, kemudian melalui hotline UPTD PPA Jabar yakni 0852 2220 6777, dan juga bisa melalui 081 2555 5644 yang dikelola Kemenag Jabar.

(sud/mso)