Penderita Thalasemia di Indonesia Paling Banyak Berasal dari Kabupaten Bandung

ADVERTISEMENT

Kabupaten Bandung

Penderita Thalasemia di Indonesia Paling Banyak Berasal dari Kabupaten Bandung

Yuga Hassani - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 19:04 WIB
Sejumlah warga di Jakarta mendonorkan darahnya di PMI DKI. Kegiatan donor darah itu bertepatan dengan Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati tiap 14 Juni.
Ilustrasi donor darah (Foto: Rifkianto Nugroho)
Bandung -

Persaudaraan Donor Darah Majalaya (PDDM) Kabupaten Bandung mencatat penderita thalasemia di Jawa Barat merupakan yang terbanyak di Indonesia. Bahkan kantung terbanyak penderita thalasemia berada di Kabupaten Bandung.

"Di Indonesia itu di Jawa Barat yang paling banyak, sekitar 7000-an. Nah, kantungnya itu ada di Kabupaten Bandung, diantaranya, Majalaya, Paseh, Ibun, Solokan Jeruk, Pacet, Cicalengka, Banjaran dan Pangalengan," ujar Adang Gumilar Pembina PDDM Kabupaten Bandung, saat dihubungi, Selasa (8/2/2022).

"Tahun kemarin ada 124 meninggal 4 karena tidak tertolong," katanya melanjutkan.

Adang menjelaskan, Rumah Sakit (RS) tidak memproduksi darah. Oleh karena itu perlu sumbangsih dari masyarakat untuk menjadi donor darah.

"Di Majalaya itu kalau mau darah harus ke PMI Kota Bandung atau di PMI Kabupaten Bandung di Kompleks Kopo Permai," tuturnya.

"Pasien thalasemia itu ada yang tiga kali perlu donor darah, bulak balik ke Kopo atau ke Jalan Aceh Bandung, itu butuh jarak, sampai ada satu keluarga yang harus kehilangan dua anaknya karena persoalan jarak dan minimnya fasilitas donor di Majalaya," ucapnya.

Menurut Dia, ada beberapa penderita yang harus membutuhkan 18 kantung darah. Bahkan, kata dia, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

"Nah, di sini itu keluarga penyintas thalasemia itu kategori keluarga miskin. Berbeda dengan warga Bandung yang rata-rata berkecukupan," katanya.

Adang mengungkapkan, pihaknya sudah mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk membangun Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di wilayah Majalaya. Dengan itu, kata dia, pasien thalasemia tidak perlu jauh ke kota Bandung.

"Perlu diketahui penduduk Majalaya, Paseh, Ibun itu sudah sampai 500 ribu lebih. Jadi sudah harus ada UTD. Kita minta ke Bupati, Gubernur, bahkan ke Jusuf Kalla agar di Majalaya ada UTD PMI untuk mengatasi ini," pungkasnya.

(yum/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT