ADVERTISEMENT

Kabupaten Pandeglang

Kontak Erat, 25 Siswa di Pandeglang Lakukan Karantina Mandiri di Sekolah

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 02 Feb 2022 17:04 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 di lingkungan sekolah (Foto: Edi Wahyono)
Pandeglang -

Sebanyak 25 siswa SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) Pandeglang, menjalani karantina mandiri di sekolah. Mereka menjalani karantina di sekolah berbasis boarding school ini usai mengalami kontak dengan seorang siswa yang dinyatakan positif COVID-19.

Kepala Sekolah SMAN CMBBS Pandeglang Junaedi menjelaskan, puluhan siswanya telah menjalani karantina sejak Minggu (30/1) malam. Pihak sekolah mengambil kebijakan tersebut setelah 25 orang ini disinyalir kontak erat dengan siswa kelas X yang belakangan dinyatakan positif terpapar Corona.

"Jadi begini, hari Minggu itu ada siswa yang sakit kemudian dia dijemput pulang oleh orang tuanya. Begitu dilakukan tes di lab, siswa tersebut dinyatakan positif COVID. Kami kemudian menelusuri siswa lain yang diduga kontak erat, hasilnya 25 orang ini yang dipisahkan akhirnya," katanya kepada detikcom saat dihubungi via telepon di Pandeglang, Rabu (2/2/2022).

Ia memastikan, puluhan siswa yang menjalani karantina mandiri ini berada dalam pengawasan ketat pihak sekolah. Kegiatan mereka pun telah dipisahkan dengan siswa CMBBS yang lain termasuk asrama tempat tinggal mereka hingga KBM di sekolah.

"Malam itu juga kami langsung mengevakuasi siswa yang diduga kontak dengan yang positif COVID ini, asramanya langsung dipisahkan. Untuk KBM, mereka sementara belajar mandiri di asrama dan kami tidak terlalu memberikan penekanan belajar seperti kondisi normal," ujarnya

"Kami juga punya tiga perawat kesehatan yang ikut mengawasi anak-anak dan Insya Allah sudah paham dengan penanganan kasus seperti ini," ungkapnya menambahkan.

Junaedi menyatakan, ke 25 siswa yang terdiri dari siswa kelas X dan XI ini pun telah dites PCR oleh Puskesmas Majasari, Pandeglang. Jika nantinya ada yang dinyatakan terpapar COVID-19, pihak sekolah telah menyiapkan ruangan isolasi khusus untuk menjalani masa penyembuhan.

"Sudah dites, kami masih menunggu hasil PCR nya keluar. Tapi kalau misalnya ada yang positif, kami punya ruangan isolasi, asrama kosong yang relatif layak untuk ditempati anak-anak. Kami juga koordinasi terus dengan puskesmas, mudah-mudahan tidak ada yang menunjukan hasil positif dari anak-anak ini," pungkasnya.

(yum/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT