Kabupaten Cianjur

Satu Ton Sampah Diangkut dari Gunung Gede Pangrango

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 02 Feb 2022 16:19 WIB
Relawan dan volunteer membersihkan sampah di Gunung Gede Pangrango.
Foto: Relawan dan volunteer membersihkan sampah di Gunung Gede Pangrango (Istimewa).
Cianjur -

Ratusan kilogram sampah plastik berhasil diangkut tim volunteer dan relawan dari kawasan Gunung Gede Pangrango. Sampah plastik yang didominasi bungkus mie instan dan botol minuman itu merupakan sampah dari para pendaki yang tidak bertanggung jawab.

Niko Rastagil, salah seorang Volunteer mengatakan pembersihan Gunung Gede Pangrango dilakukan selama tiga hari, yakni pada 29- 31 Januari. Ratusan volunteer dan relawan turun ke lokasi untuk membersihkan sampah dari tiga jalur pendakian hingga di kawasan Alun-alun Suryakencana.

Menurutnya dari tiga jalur pendakian tersebut berhasil terangkut ratusan kilogram sampah. "Dari jalur pendakian Gunung Putri saja yang sampah yang terkumpul mencapai 500 kilogram. Ditambah dengan dua jalur lagi, hampir satu ton sampah yang terkumpul dan diangkut dari kawasan pendakian," ucap dia, Rabu (2/2/2022).

Niko menuturkan paling banyak sampah dikumpulkan dari kawasan aku-alun Suryakencana. Lokasi tersebut memang menjadi pusat berkemah para pendaki.

Sampah plastik bungkus mie instan dan botol minuman kemasan jadi yang paling banyak ditemukan. "Jadi banyak pendaki yang berkemah masak mie instan tapi sampahnya dibuang sembarangan, tidak dibawa lagi. Padahal sejak dari pintu masuk sudah diberi tahun dan dipampang aturan jika segala jenis sampah harus dibawa lagi ke bawah, tidak dibuang sembarangan selama mendaki," tuturnya.

"Biasanya ini kelakuan pendaki bandel dan pendaki-pendakian yang hanya ingin bergaya naik gunung, tapi tidak mencintai dan melestarikan alam," tambah dia.

Niko berharap para pendaki bisa sadar untuk menjaga kelestarian alam dan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan pendakian.

"Menjaga alam tidak harus rajin menanam atau lainnya, cukup dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang sulit terurai," pungkasnya.

(mso/mso)