ADVERTISEMENT

Kabupaten Sumedang

Wagub Uu Pastikan PTM di Jabar Masih Aman dari Omicron

Nur Azis - detikNews
Rabu, 02 Feb 2022 14:16 WIB
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum (Foto: Yudha Maulana)
Sumedang -

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkat SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB) masih dilaksanakan 100 persen. Pasalnya, hingga saat ini belum ada temuan kasus omicron di lingkungan sekolah.

"Sampai saat ini sekolah SMA dan SLB yang menjadi kewenangan tanggung jawab kami masih PTM seratus persen, karena belum ada ditemukan kasus, mudah-mudahan tidak ada," ungkap Uu kepada wartawan saat menghadiri launching Aplikasi Marketplace Inginapa Indonesia di Lantai 2 Pasar Sandang, Kabupaten Sumedang, Rabu (2/1/2022).

Kendati demikian sebagaimana imbauan 4 menteri, kata Uu, kewaspadaan terhadap serangan badai omicron tetap harus dilaksanakan.

"Seperti kantin tutup, siswa bawa makanan sendiri, siswa bawa minuman sendiri, siswa dan guru harus divaksinasi dan lain-lain sudah kami laksanakan," ujar Uu.

Sementara untuk pelajar setingkat SD dan SMP, lanjut Uu, Pemerintah Provinsi telah memberikan diskresi kepada Bupati/Walikota selaku pihak berwenang terkait akan kebijakan PTM.

"Yang jelas tujuannya sama untuk memutus mata rantai (penyebaran COVID19)," ucap Uu.

Uu menyebutkan, meski saat ini kasus COVID-19 kembali terjadi peningkatan di Jawa Barat. Namun peningkatan itu hanya terjadi di daerah-daerah tertentu serta belum dapat dipastikan bahwa itu kasus omicron.

"Kenaikan ada hanya di daerah yang itu-itu saja, seperti Depok dan Bekasi, tapi ini belum disebut omicron karena saat ini (samplenya) masih dalam pemeriksaan di Jakarta," terangnya.

Uu mengatakan, Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota terus melakukan pemantauan sebagai upaya kewaspadaan sejak dini jika ada temuan kasus omicron.

Upaya lainnya, tambah Uu, Pemerintah Provinsi saat ini tengah gencar melaksanakan vaksinasi booster. Di mana untuk vaksinasi tahap II sendiri saat ini telah mencapai 80 persen.

"Kami juga telah melakukan kesiap siagaan untuk penanganan (jika terjadi badai omicron) jika ada kenaikan (kasus omicron) di akhir bulan februari, kedepan tidak akan ada lagi kekurangan tempat tidur, kekurangan tabung oksigen, kami sekarang sudah profesional (menghadapi lonjakan Covid19)," katanya.

(yum/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT