Penari Asal Pangandaran jadi Korban Bentrokan Double O Sorong

Aldi Nur Fadilah - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 20:07 WIB
Ananin, penari asal Pangandaran jadi korban bentrokan Double O Sorong
Ananin, penari asal Pangandaran jadi korban bentrokan Double O Sorong (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikcom)
Pangandaran -

Ananin, warga Dusun Kedungreju, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran menjadi korban bentrokan di tempat hiburan malam Double O Sorong, Papua.

Kabar tersebut dibenarkan kakak kandungnya, Reni Susilowati (34) yang sudah mendapat kabar tersebut dari Selasa (25/1/2022). Saat dikonfirmasi detikcom, Reni sudah dihubungi perwakilan manajemen tempat adiknya bekerja.

"Adik saya ditemukan meninggal dunia bersama rekan kerjanya pada saat bentrok karena tempat bekerjanya dibakar," ucap Reni pada Jumat (28/1/2022).

Ia mengatakan ada tiga rekan Ananin yang ikut tewas saat kejadian berlangsung. "Dua orang dari Bandung dan satunya asal Makasar," kata dia.

"Mereka tergabung dalam manajemen E-Famous asal Bandung, di dalamnya kan ada DJ, ada juga band, sementara adik saya sebagai dancer," ujarnya.

Reni mengatakan bahwa adiknya baru tiga bulan bekerja di Sorong. "Kalo profesinya sebagai dancer sudah melalangbuana selama lima tahun," ucapnya.

Selain itu, Ananin sudah menandatangani kontrak sebagai pekerja dancer, apalagi di manajemen yang sama sudah terbilang senior.

Saat ini, pihak keluarga diminta untuk melakukan tes DNA, untuk memastikan kecocokan identitas mayat Ananin."Paling saya yang akan di tes DNA," jelasnya.

Namun pihak keluarga mengeluhkan lamanya proses tes DNA ini."Kami harus menunggu selama dua minggu, hingga hasil tes keluar, padahal kami sudah tidak sabar ingin memulangkan jenazah adik saya itu," ujarnya.

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran sudah menyatakan siap membantu kepulangan jenazah Ananin."Pihak Dinsos, Disnaker sudah siap membantu," tuturnya.

Ayah Ananin, Tukino (68) mengatakan bahwa ia berkomunikasi terakhir kali dengan Ananin, beberapa hari sebelum kejadian."Ia menanyakan kabar kami disini, dia sangat sayang pada orang tua," ujarnya.

Bahkan, kata dia, Ananin selalu banyak membantu, baik merenovasi rumah atau membatu ibunya saat bekerja. "Bahkan dia suka manjat pohon untuk mengambil bunga, ya itu untuk dijual," ucapnya.

Kata dia, Ananin memang memiliki bakat seni yang luar biasa sejak kecil."Dia pintar menari jaipong, saat acara pemda, ataupun hajat laut, dia suka ikut menari," katanya.

(yum/bbn)