Diresmikan Ridwan Kamil, Kenapa Pasar Lembursitu Sukabumi Belum Beroperasi?

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 16:11 WIB
Ridwan Kamil resmikan pasar dan alun-alun di sukabumi
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meresmikan pasar dan Alun-alun Kota Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Pasar Lembursitu yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi ternyata masih belum dapat dioperasionalkan. Padahal, pasar tersebut sudah diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Sabtu (8/1/2022) lalu dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 10 miliar.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjelaskan, alasan belum beroperasionalnya Pasar Lembursitu lantaran menunggu hasil taksiran harga sewa kios untuk pedagang. Taksiran harga itu dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Jadi Pasar Lembursitu belum dapat dioperasionalkan karena kami masih menunggu hasil dari KPKNL menaksir harga sewanya. Ini amanat dari KPK sehingga nanti hasil analisa KPKNL yang mendasarkan berapa harga sewa yang dilakukan oleh pedagang," kata Fahmi di Kota Sukabumi, Jumat (28/1/2022).

Pihaknya menargetkan, Pasar Lembursitu bisa mulai digunakan pedagang dan pembeli pada awal Februari 2022 mendatang. Sejauh ini, kata dia, pedagang sudah memenuhi daftar kios yang akan digunakan.

"Sudah penuh semuanya, yang akan masuk sudah terdaftar penuh tinggal mereka belum boleh masuk karena hasil penilaiannya belum keluar," ujarnya.

Fahmi mengatakan, Pasar Lembursitu merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Oleh sebab itu, Pasar Lembursitu juga disebut Pasar Jabar Juara.

Dia mengimbau agar pedagang nantinya dapat merawat fasilitas yang sudah diperbaiki tersebut. Transportasi pun, kata dia, sudah sangat mendukung karena terintegrasi dengan terminal Lembursitu.

"Nah kami harapkan betul-betul pasar yang sudah megah ini dirawat oleh para pedagang dan semakin mampu meningkatkan ekonomi di mata pedagang. Jadi semakin banyak orang yang berbelanja karena sudah sangat nyaman, kita jaga kemudian jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dalam pengelolaan pasar," pungkasnya.

(yum/bbn)