Cup of Excellency: Pintu Ekspor Kopi dari Tanah Priangan

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 11:23 WIB
Eti Sumiati (68) dari Kelompok Tani Wanoja Coffee di Kabupaten Bandung ini telah sukses menjalankan bisnis kopi. Kini produk kopinya telah melanglang buana hingga mancanegara.
Srikandi Bandung Ini Sukses Bawa Kopi Kamojang Mendunia (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Bank Indonesia mendorong komoditas kopi di Jabar agar dapat bersaing di pasar domestik dan internasional melalui Cup of Excellence (COE). Upaya itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

COE merupakan sinergi antara Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemprov Jawa Barat dan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) serta didukung oleh OJK Regional Jawa Barat.

"Kegiatan ini digelar untuk menyeleksi seluruh kopi di Indonesia. Dalam kesempatan ini ada 26 winners coffee dan 10 nasional einners coffe dari seluruh penjuru negeri. Dari 26 itu, 10 dari Jawa Barat," kata Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto dalam rangkaian acara Cup of Excellence (COE) di PVJ Mal, Kamis (28/1) malam.

Event ini juga merupakan bagian dari Road to G20, di mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah sepanjang tahun 2022 ini. Sebagai event internasional paling tinggi di kalangan industri kopi specialty, COE akan menjadi pembuka jalan bagi petani kopi Indonesia untuk melakukan ekspor dan menjual produk kopi melalui berbagai marketplaces dalam jangkauan yang lebih luas dari sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Jabar HerawantoKepala Perwakilan BI Jabar Herawanto Foto: Wisma Putra/detikcom

Selain itu, melalui acara ini diharapkan pasar domestik penjualan kopi menjadi semakin berkembang dan kuat untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Tujuannya, untuk membuka pasar global," tambahnya.

Herawanto juga menjelaskan, selain memilki nilai jual yang sangat tinggi. Tanaman kopi juga memilki banyak manfaat bagi konservasi.

"Ada satu hal yang perlu saya tambahkan bahwa ketika kita menggunakan, mengembangkan kopi ini kita masuk wilayah green economy, apalagi di Jaqa Barat. Kita tahu, kopi di Jawa Barat ditanam di lereng-lereng dan ini efektif untuk konservasi lingkungan," jelasnya.

"Beberapa wilayah yang tadinya longsor, ditanami tanaman hortikultura diganti kopi pada akhirnya longsoran tidak terjadi dan juga kerusakan tanaman kehutanan tidak terjadi," tambahnya.

Seperti diketahui, kondisi perekonomian global yang semakin membaik akan berdampak positif terhadap geliat perdagangan dunia, termasuk permintaan ekspor kepada Indonesia.

Perbaikan ekonomi nasional, juga tercermin pada ekonomi Jawa Barat yang merupakan kontributor ekonomi terbesar ketiga secara nasional dengan pangsa sebesar 13,5% dari PDB Indonesia.

"Salah satu komoditas ekspor Jawa Barat yang berpotensi untuk terus dikembangkan adalah kopi yang memiliki selain daya saing ekspor sebagaimana terindikasi dari tingginya ekspor kopi dibandingkan nilai impornya, juga daya jual sebagai substitusi kopi impor yang dijual di pasar domestik," ujar Herawanto.

(yum/bbn)