Jembatan Cinangga Lebak Memprihatinkan, DPUPR: Warga Sabar Dulu

Fathul Rizkoh - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 16:09 WIB
Para petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak, harus bertarung nyawa ketika mengangkut hasil panen. Pasalnya, para petani harus melewati jembatan gantung Leuwi Renghas yang kondisinya sangat memprihatikan.
Kondisi jembatan Kampung Cinangga, Bayah Timur, Lebak, Banten yang memprihatinkan (Foto: istimewa)
Lebak -

Pemerintah Kabupaten Lebak tidak bisa memperbaiki jembatan lapuk di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak. Hal itu dikarenakan akses jembatan gantung Leuwi Renghas berada di jalan desa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Irvan Suyatufika mengatakan, adanya perubahan nomenklatur menyebabkan pihaknya tidak bisa menangani jembatan tersebut.

"Saya harap masyarakat memahami kondisi Dinas Pekerjaan Umum terkait perubahan nomenklatur dan kodefikasi bahwa hanya tersedia penyelenggaraan jalan kabupaten. Jadi kita tidak bisa mencantolkan di kegiatan kita, karena itu masuknya di jalan desa," ujarnya kepada awak media, Kamis (27/1/2022).

Adapun jika Pemerintah Desa ingin meminta bantuan, kata Irvan, bisa disampaikan melalui surat kepada Bupati Lebak. Nantinya, surat tersebut akan diteruskan kepada DPUPR Lebak.

"PUPR hanya menunggu apa yang akan kita lakukan. Atau kebutuhan RAB nya berapa nanti sampaikan, masalah penganggarannya dari mana itu nanti dipikirkan," ungkapnya.

Meski jembatan lapuk itu bukan kewenangan Pemkab, Irvan mengaku akan menurunkan tim teknis untuk melihat kondisi jembatan tersebut. Sebab, dalam membangun jembatan tidak bisa sembarangan.

"Perlu memikirkan visibilitas dan different point-nya. Jika ada akses jalan lain meskipun memutar warga bersabar dulu lah sebentar, jika hanya 1 km (memutar) gunakan jalan itu jangan memaksakan lewat jembatan," pungkasnya.

Sebelumnya, para petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak harus bertarung nyawa ketika mengangkut hasil panen. Pasalnya, para petani harus melewati jembatan gantung Leuwi Renghas yang kondisinya sangat memprihatikan.

Sebelumnya, para petani di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak harus bertarung nyawa ketika mengangkut hasil panen. Pasalnya, para petani harus melewati jembatan gantung Leuwi Renghas yang kondisinya sangat memprihatikan.

Jembatan Bojong Apus pun Tak Lekas Diperbaiki

Selain jembatan di Kampung Cinangga Lebak, Jembatan Bojong Apus yang nyaris ambrol belum ditangani hingga saat ini. Padahal, kondisi jembatan sudah sangat membahayakan warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Irvan Suyatufika mengatakan, pihaknya belum mendapat respon dari KemenPUPR terkait penanganan jembatan. Hal itu dikarenakan adanya pergantian struktur organisasi di lingkungan KemenPUPR.

"Jadi kemarin itu kepala balainya baru saja ganti. Jadi surat kami belum ditindaklanjuti. Nah, kami mau kirim surat lagi atas nama Bupati Lebak," ujarnya kepada awak media, Kamis (27/1/2022).

Jembatan Gantung di LebakJembatan Gantung di Lebak Foto: Fathul Rizkoh

Sebelum mengirimkan surat, Irvan mengaku telah menurunkan tim teknis untuk mengecek kondisi jembatan nyaris ambrol. Hasil tim teknis diketahui ada pergeseran pondasi pada jembatan.

Dari perhitungan tim teknis, lanjut Irvan, untuk memperbaiki jembatan Bojong Apus diperlukan anggaran sebesar Rp 1 Miliar. Anggaran itu setara dengan biaya pemeliharaan untuk 10 jembatan.

Di Kabupaten Lebak sendiri, kata Irvan ada 417 jembatan di ruas jalan kabupaten. 112 jembatan diantaranya berkondisi rusak.

"Biaya yang dibutuhkan cukup besar Rp 1 Miliar. Sementara kita punya anggaran pemeliharaan jembatan hanya segitu yang tadinya mau digunakan untuk memelihara 10 jembatan rusak," paparnya.

"Tapi kita lihat dulu nih, jembatan yang lain 1 tahun bisa bertahan enggak nih? Penentuan prioritas ini yang belum ditentukan," tandasnya.

(yum/bbn)