Uji Coba Kereta Cepat Jalur Tegalluar-Padalarang Digelar Akhir Tahun 2022

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 21:49 WIB
Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung molor hingga Juni 2023. Lantas bagaimana progres pembangunan kereta cepat ini di kawasan Bandung? Yuk, lihat.
Foto: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Yuga Hassani/detikcom).
Bandung -

Progres megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat ini sudah mencapai 80 persen. Ujicoba kereta akan dilakukan dari Tegalluar-Padalarang di akhir tahun 2022 saat KTT G20.

"Untuk hari ini, 26 Januari (2022) sudah melewati (progres pengerjaan) 80 persen. Targetnya itu sesuai yang disampaikan Presiden, akhir tahun pada saat summit G20 kami akan uji coba kereta dari Tegalluar berjalan kurang lebih 30 km menuju Padalarang," ucap Direktur Manajemen Proyek dan Pengembangan Bisnis PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Allan Tandiono saat stadium generale yang diselenggarakan ITB, Rabu (26/1/2022).

Allan menuturkan beberapa proyek pengerjaan sudah hampir rampung. Untuk pengerjaan bridge misalnya sudah mencapai 89,30 persen, kemudian subgrade 78,41 persen.

"Kemudian tunnel (terowongan) sudah 98 persen," kata dia.

Dia juga menjelaskan beberapa progres pengerjaan yang sudah dilakukan hingga akhir tahun lalu. Beberapa terowongan sudah berhasil ditembus, stasiun Halim sudah selesai topping off dan kereta cepat yang dirakit di Tiongkok sudah selesai.

"Saat ini (kereta) sedang uji dinamis di pabrik," katanya..

Dia mengatakan untuk proyek ini rencananya akan ada total 13 terowongan yang berada di sejumlah titik jalur KCJB sepanjang 142,3 kilometer tersebut. Dari 13 terowongan, salah satunya diklaim menjadi terowongan pertama terpanjang dalam sejarah transportasi darat di Indonesia.

"Di sana ada 13 terowongan di mana terpanjang 4,4 kilometer yang nantinya saat dioperasikan akan jadi terowongan transportasi massal terpanjang yang dioperasikan di Indonesia. Itu tunnel 6 yang ditargetkan selesai eskavasinya di bulan depan," kata dia.

Pihaknya juga turut menjelaskan teknologi hingga desain yang digunakan dalam kereta cepat ini. Untuk kecepatan, kata Allan, KCJB bisa melaju dengan kecepatan 350 kilometer per jam.

Sementara itu untuk kapasitas penumpang, kereta ini mampu mengangkut 600 penumpang dengan terdiri dari kategori VIP 18 (penumpang), first class 28 (penumpang) dan second class 555 penumpang.

"Untuk travel time kami targetkan 36-45 menit Jakarta Bandung dan ini tergantung apakah direct atau masih berhenti di Karawang akan disesuaikan dengan demand dan kebutuhan yang nanti ada saat operasikan," katanya.

Sementara itu, bentuk desain eksterior kata Allan, KCJB mengadopsi bentuk hewan khas Indonesia yaitu Komodo. Bagian interiornya juga disesuaikan dengan ciri khas Indonesia. Salah satunya dengan menggunakan batik Megamendung untuk kursi penumpang.

"Kami juga menggunakan nuansa batik megamendung untuk interior tempat duduk ada batik Megamendung yang memang khas batik dari Jabar karena memang sebagian besar jalur kereta cepat melewati Jabar," ujar dia.

Sedangkan untuk waktu pengoperasian, Allan mengatakan kereta tersebut akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

"Untuk tiket kami targetkan di sekitaran Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu. Ini semua telah dikaji oleh ITB maupun UI yang tentunya memberikan kami masukan penting, berharga setelah mereka melakukan banyak studi di lapangan," kata dia.

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengaku tertarik dengan infrastruktur megaproyek tersebut. apalagi proyek KCJB ada di 'halaman belakang' ITB.

"Kita harus menjadi salah satu yang pertama tahu tentang updatekereta cepat dan mampu memberikan informasi kepada publik," kata Reini.

Simak video 'Biang Keladi Operasi Kereta Cepat Mundur ke Juni 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)