Minta Keadilan, Petani Sukabumi Jalan Kaki ke Jakarta untuk Bertemu Jokowi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 20:56 WIB
Petani Sukabumi gelar aksi jalan kaki menuju Istana Presiden.
Foto: Petani Sukabumi gelar aksi jalan kaki menuju Istana Presiden (Istimewa).
Sukabumi -

23 orang petani asal Desa Gunung Kramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Presiden di Jakarta. Mereka ingin bertemu Presiden Joko Widodo untuk mencari keadilan terkait dugaan penyerobotan lahan oleh salah satu perusahaan.

"Kami akan melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Presiden di Jakarta, untuk menyampaikan aspirasi langsung dengan bapak Presiden Joko Widodo," kata korlap aksi jalan kaki Agus Sugeng (60) kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

Sugeng menyatakan aksi ini dilakukan untuk mencari keadilan. Mereka ingin menanyakan soal kepastian hukum terkait surat pelepasan hak (SPH) atas lahan eks HGU milik PT Tybar.

Menurutnya pada 2021 warga telah mendapat lahan seluar 292 hektar. Dari jumlah tersebut, lahan seluas 65 hektare sudah mendapat lebalitas berupa sertifikat prona.

"Yang belum (mendapat sertifikat) kini malah dirampas haknya oleh orang lain, termasuk tanah yang sudah sertifikat ditanami oleh perusahaan perkebunan, yang kini telah melakukan kegiatan penanaman," ucap Sugeng.

Dia mengungkapkan aksi jalan kaki ini diikuti oleh 23 petani. Para petani yang ikut dalam aksi kali ini, dia menyebut, telah memiliki sertifikat sebagai legalitas kepemilikan atas tanah.

"Aksi long march ini membawa sebanyak 23 warga petani sebagian warga ini ada yang sudah bersertifikat lahan garapan eks HGU PT Tybar," ucapnya.

Sugeng berharap Presiden Jokowi bisa merespons aksi para petani dari Kabupaten Sukabumi ini. Pihaknya mengaku hanya ingin mencari keadilan.

"Harapan kami agar Bapak Presiden (Jokowi) bisa langsung memberikan kepastian hukum atas tanah yang telah diberikan SPH tersebut. Saat ini warga mayoritas para petani penggarap di lahan Eks HGU PT Tybar di sana sekarang dalam kebingungan, karena tanah yang telah lama dikelola dari awal sekarang sudah ditanam pinus," ujarnya.

Sugeng memperkirakan rombongannya akan tiba pada Jumat (28/1/2022) nanti. Mereka akan menempuh perjalanan siang dan malam hari.

(sya/mso)