Unak-anik Jabar

Asal Usul Desa Ciparanti dan Kisah Wadah Air Dalem Sukapura

Aldi Nur Fadilah - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 07:58 WIB
Pesisir Pantai Ciparanti di Pangandaran
Pesisir Pantai Ciparanti di Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikcom)
Pangandaran -

Pesisir Pantai Ciparanti di Kabupaten Pangandaran, terkenal dengan tangkapan hasil lautnya, terutama lobster, kerang-kerangan dan rumput laut. Di Ciparanti juga, disebut-sebut sebagai daerah pertama di Indonesia yang didirikan pembangkit listrik tenaga angin.

Di balik keindahan pantainya, ada cerita tersendiri di balik pemberian nama Ciparanti yang lekat dengan kisah kerajaan.

Budayawan sekaligus seniman Didin Jentreng mengatakan, Ciparanti termasuk dari wilayah kerajaan Sukapura. "Sejarahnya dulu, zaman Dalem Sukapura dulu ditandu atau digotong," kata Didin.

Dulunya area perbukitan di Ciparanti kerap digunakan sebagai tempat beristirahat, sekaligus tempat membuat wadah air. Dari sanalah asal usul Ciparanti berasal, yakni dari kata berbahasa Sunda yakni Ci yang artinya air dan Paranti yang artinya untuk atau diperuntukan.

"Jadi merupakan tempat air untuk juragan minum, jadi sekarang disebut Ciparanti," ujar Didin.

Desa Ciparanti ini telah didirikan sejak tahun 1906 saat Pangandaran masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis. Pada waktu itu letak kantor atau Balai Desanya berlokasi di blok Ciparanti yang kini berganti nama menjadi Citotok, kampung dusun Citotok Desa Ciparanti.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, konon pada waktu penjajahan para tentara, pedagang, warga yang mau bepergian selalu singgah di tempat ini karena medan perjalanan terhalang oleh sungai Cibening, yang melintang di Jalan Patrol dan Bojong yang kerap menjadi tempat pemberhentian bus. Konon luapan sungai Cibening cukup deras saat itu bila tumpah ke jalan.

Desa Ciparanti, berdiri membawahi 6 (enam) Dusun, Dusun Citotok, Dusun Cisempu, Dusun Ciwalini, Dusun Sirnagalih, Dusun Burujul dan Dusun Banjarwaru. Tiga dusun di antaranya telah memekarkan diri.

Tanah-tanah yang terletak di dalam Desa Ciparanti, yang pada saat ini diletakan berbagai hak di atasnya semuanya berasal dari tanah negara kepunyaan raja zaman dahulu kala (Verselanden).

Di Ciparanti kita bisa menemukan patilasan-patilasan dan artefak bernilai sejarah. Ada juga makam yang dianggap keramat oleh masyarakat Desa Ciparanti.

(yum/bbn)