Pengadaan Komputer UNBK Dindik Banten Rp 25 M Dibidik Kejati

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 15:03 WIB
Asistel Kejati Banten Adhyaksa Darma Yuliano di Kejati Banten
Foto: Asistel Kejati Banten Adhyaksa Darma Yuliano di Kejati Banten (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Serang -

Pengadaan 1.800 unit komputer dalam rangka Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 senilai Rp 25 miliar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dibidik Kejati Banten. Hasil penyelidikan pada hari ini diserahkan ke tim penyidik untuk dicari calon tersangkanya.

Asintel Kejati Banten Adhyaksa Darma Yuliano mengatakan penyelidikan kasus ini dilakukan sejak 13 Januari 2022. Pengadaan komputer waktu itu digunakan untuk UNBK SMA-SMK Negeri se-Banten.

"Pelaksanaan tersebut dilaksanakan pihak ketiga atau rekanan PT AXI yang diduga dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan," kata Adhyaksa di Kejati Banten, Selasa (25/1/2022).

Pengadaan ribuan komputer UNBK ini diduga tidak sesuai kontrak. Barang yang dikirim tidak lengkap sebagaimana kontrak sehingga menimbulkan kerugian negara senilai Rp 6 miliar. Hitungan ini berdasarkan kesimpulan penyelidik yang nanti akan dihitung kembali oleh auditor.

"Namun untuk pastinya akan dilakukan perhitungan pihak auditor independen," ujarnya.

Ia mengatakan pengadaan 1.800 komputer UNBK menggunakan sistem e-Katalog. Tapi barang setelah dikirim tidak sesuai spesifikasi.

Temuan tersebut oleh tim penyelidik disimpulkan telah terjadi perbuatan hukum. Makanya, hari ini, tim penyelidik berkesimpulan untuk menaikan perkara ini ke tahap penyidikan.

"Dan sekarang tim berpendapat untuk ditingkatkan ke penyidikan, hari ini ditingkatkan ke penyidikan," tegasnya.

Setelah di tahap penyidikan, dalam waktu dekat tim penyidik Pidsus Kejati akan mencari alat bukti dan menetapkan siapa tersangkanya. Sudah ada beberapa saksi termasuk apakah ada keterlibatan dari ASN di lingkungan Pemprov Banten.

"Kita akan cari siapa yang mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang dapat kita sangkakan. Hasil dari penyelidikan yang sedang dilakukan dan sesuai alat bukti nanti mengarah pada penetapan tersangka," pungkasnya.

(bri/mso)