Waspada! Banjir-Longsor Intai 11 Kecamatan di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 16:25 WIB
Ilustrasi banjir bandang (Andhika-detikcom)
Foto: Ilustrasi banjir bandang (Andhika-detikcom)
Bandung Barat -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) soal ancaman bencana banjir hingga longsor yang berpotensi terjadi di puncak musim hujan tahun 2022.

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan kali ini akan terjadi pada akhir bulan Januari hingga Februari 2022.

"Puncak musim hujan bakal terjadi cuaca ekstrem dan ada potensi longsor di hampir setiap kecamatan yang ada di wilayah Bandung Barat," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo kepada detikcom, Senin (24/1/2022).

Berdasarkan catatan, sedikitnya ada 11 kecamatan yang masuk kategori rawan longsor seperti Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.

Duddy menyebut bencana longsor hingga banjir kerap terjadi di 11 kecamatan tersebut. Longsor sendiri berpotensi terjadi lantaran rata-rata kecamatan tersebut memiliki lereng yang cukup terjal, terutama untuk wilayah yang tingkat kemiringannya lebih dari 30 derajat.

"Catatan kita setiap tahun 11 kecamatan jadi langganan bencana banjir dan longsor, kebanyakan juga punya lereng terjal," kata Duddy.

Duddy menjelaskan pihaknya juga masih menetapkan status siaga hingga April mendatang. Mengingat ancaman bencana akibat cuaca ekstrem masih mengingatai.

"Masih siaga sampai April, artinya kesiapsiagaan ini masih terus dilakukan karena bencana saat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Sebagai contoh pernah terjadi hujan deras disertai angin kencang di daerah Cipatat pada pekan lalu," ujar Duddy.

Atas hal tersebut pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada menyusul terjadinya cuaca ekstrem saat puncak musim hujan terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor.

"Jadi kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terkait dengan cuaca ekstrem ini karena potensi longsor bisa terjadi di daerah yang dinilai rawan," ucap Duddy.

(yum/bbn)