Kronologi 30 Penghuni Pesantren di Sukabumi Keracunan

Siti Fatimah - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 22:09 WIB
Keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren Khalifah, Kampung Salakopi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Korban peristiwa ini mencapai 30 orang.
Korban keracunan makanan di Sukabumi menjalani penanganan medis. (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Kabupaten Sukabumi -

Puluhan santri dan dua ustaz Pondok Pesantren Khalifah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, mengalami keracunan massal setelah makan malam bersama. Jumlah korban bertambah dari yang asalnya 13 kini menjadi 30 orang dengan gejala diare dan muntah.

Sabtu 22 Januari 2022

Petugas P2BK BPBD Kecamatan Caringin Ahmad Badrujaman menceritakan kronologi kejadian keracunan massal tersebut. Pada Sabtu (22/1) kemarin sekitar 80 santri makan malam dengan menu yang disediakan pihak ponpes.

"Sekitar pukul 21.30 WIB mulai ada santri yang merakan keluhan mual dan pusing," kata Ahmad.

Minggu 23 Januari

Kemudian pada Minggu (23/1), pukul 05.30 WIB, pihak pesantren berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Caringin soal kondisi para santri dan ustaz untuk mendapatkan penanganan secara medis. Tenaga medis tiba di ponpes pada pukul 08.00 WIB.

"Sampai dengan pukul 10.30 WIB tercatat 13 orang mendapat perawatan di aula Khalifah Boarding School dan bertambah menjadi 30 orang, 26 orang mendapatkan infus, empat orang lainnya tidak," ujar Ahmad.

Menu Apa yang Disantap Penghuni?

Petugas kesehatan sekaligus Wali Santri Pondok Khalifah Sri Wahyuningsih mengatakan dugaan sementara keracunan tersebut berasal dari makanan atau minuman. Menu makanan yang disantap para santri di antaranya sayur sawi, telur, tahu, ikan tongkol, nasi dan air minum galon.

Pihak Puskesmas Caringin melakukan tindakan perawatan di dalam aula Khalifah Boarding School dan sebagian di ruangan perpustakaan. "Kalau dugaan sih kemungkinan dari makan dan minum ya. Cuma sekarang kita belum bisa menjawab yang mana jenisnya karena itu kan diinvestigasi di laboratorium dari sampel makanan dan air yang diminum," kata Yayu.

Saat ini, sampel dari menu tengah diselidiki di Labkesda Jawa Barat. Para santri mengeluhkan diare dan badan lemas.

Baru Pertama Kali Terjadi Keracunan

Kepala Sekolah SMP Khalifah Boarding School Hendri Ali menambahkan pihaknya merespons cepat atas keluhan para santri. Dia mengatakan semua pihak tengah menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan minuman.

"Kami hanya sebagai pesantren dan yang diamanahkan orang tua begitu respons atas gejala dari anak-anak. Jadi pada waktu itu tempo pagi hari kita konfirmasi dengan beliau (dokter Yayu) dan fast respons," kata Hendri.

Dia menjelaskan kejadian keracunan makanan ini baru pertama kali terjadi. Adapun fasilitas hidangan makan sudah menjadi fasilitas utama dari pihak ponpes.

"Dari awal tidak ada masalah, dari sejak berdiri sampai sekarang pun ini kejadian pertama bagi kami. Jadi saya kira ini kejadian pertama dan belum pernah padahal ini kan menu harian dan biasa. Juru masak juga yang biasa dari awal," tutur Hendri.

(bbn/bbn)