Korban Keracunan di Pesantren Sukabumi Bertambah Jadi 30 Orang

Siti Fatimah - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 16:11 WIB
Keracunan Massal di Pesantren Sukabumi
Korban keracunan makanan di Sukabumi menjalani penanganan medis. (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Kabupaten Sukabumi -

Keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren Khalifah, Kampung Salakopi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Korban bertambah dari asalnya 13 menjadi 30 orang.

Petugas kesehatan sekaligus Wali Santri Pondok Khalifah, Sri Wahyuningsih mengatakan, dugaan sementara keracunan tersebut berasal dari makanan atau minuman. Saat ini, sampel makanan diteliti di Lab Kesehatan Daerah Jawa Barat di Bandung.

"Kalau dugaan sih kemungkinan dari makan dan minum ya. Cuman sekarang kita belum bisa menjawab yang mana jenisnya karena itu kan diinvestigasi di laboratorium dari sampel makanan dan air yang diminum," kata Yayu, sapaan akrabnya di lokasi, Minggu (23/1/2022).

Dia menjelaskan gejala awal yang terlihat dari korban yaitu diare dan sebagian muntah. Dari 30 orang korban, 26 di antaranya mendapatkan tambahan cairan infus.

"Gejala yang paling umum dari semua yang mengalami adalah diare cair, yang muntah hanya sedikit, ada yang mengeluh sedikit pusing. Ada yang kondisinya kuat dia tidak mengeluhkan pusingnya," ujar Yayu.

Kepala Sekolah SMP Khalifah Boarding School Hendar Ali menuturkan kejadian keracunan ini merupakan yang pertama kali. Pihaknya langsung merespons cepat dari keluhan para santri dan ustaz.

"Jadi pada waktu itu tempo pagi hari kita konfirmasi dengan beliau dan fast respons begitu kemudian sampai menyebar informasi. Pada prinsipnya ini kan sejak awal pesantren tidak ada masalah, ini kejadian pertama bagi kami," kata Hendar.

Awal kejadian keracunan ini saat para santri dan ustaz makan malam pada Sabtu (22/1). Kemudian mereka merasakan keluhan mual dan diare sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat ini penanganan masih dilakukan di Pondok Pesantren Khalifah. Hingga pukul 14.00 WIB, tidak ada korban yang dirujuk ke rumah sakit.

(bbn/bbn)