Bukan Tipiring, Ini Jerat Hukum Penjual Ciu Gelas di Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 20:03 WIB
Polisi gerebek rumah yang dijadikan tempat pengemasan miras di Kota Tasikmalaya.
Polisi gerebek rumah yang dijadikan tempat pengemasan miras di Kota Tasikmalaya. (Foto: Istimewa).
Tasikmalaya -

Polisi menindak tegas penjual dan pemilik bisnis pengemasan ciu dalam bentuk gelas plastik yang sepintas mirip air mineral di Kota Tasikmalaya. Polisi tidak menjerat pelaku dengan tindak pidana ringan (tipiring), namun menerapkan pelanggaran Undang-Undang. Tiga pelaku kini ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Selain itu polisi juga memasang garis polisi di rumah yang dijadikan rumah produksi ciu kemasan gelas tersebut. Kepala Urusan Bina Operasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Iptu Ridwan Budiarta mengatakan para tersangka kasus pengemasan ciu gelas plastik itu, pihaknya menjerat dengan Pasal 204 ayat 1 KUHP dan atau UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Karena tersangka telah melakukan dugaan tindak pidana menjual, menawarkan, menerima atau membagikan barang. Sedang diketahuinya barang tersebut berbahaya bagi jiwa dan kesehatan," kata Ridwan, Minggu (23/1/2022).

Ridwan menjelaskan pengemasan miras tradisional dalam takaran gelas membuat harga jualnya murah, sehingga bisa terjangkau oleh anak-anak di bawah umur. Hal tersebut dinilai polisi sangat membahayakan.

Polisi sudah memasang garis polisi di pabrik pengemasan ciu gelas plastik tersebut. "Sudah kami pasang garis polisi, sehingga tidak boleh ada siapa pun yang masuk ke rumah tersebut," kata Ridwan.

Sekadar diketahui, polisi menggerebek rumah milik Riki Herdiana (34) di komplek De Green Selaawi, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Kamis (20/1),

Di rumah itu mereka melakukan pengemasan ciu layaknya air minum yang dikemas dalam cup ukuran 250 mililiter. Langkah itu tiada lain untuk mengelabui petugas, karena sepintas mirip air mineral. Apalagi ciu adalah minuman keras tradisional yang memiliki rupa bening.

"Di-packing sedemikian rupa, kemasannya disamarkan seperti air mineral biasa. Ternyata di dalamnya minuman beralkohol," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Aszhari Kurniawan, Jumat (21/1).

(bbn/bbn)