Pemulung Renta di Tasikmalaya Cabuli Bocah 4 Tahun

Faizal Amiruddin - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 21:48 WIB
Pemulung renta di Tasikmalaya cabuli bocah 4 tahun
Foto: Faizal Amiruddin
Tasikmalaya -

Enton Sutanto (76), pria renta warga Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya ditangkap petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Pemulung yang sudah uzur itu diduga telah mencabuli anak tetangganya yang berusia 4 tahun.

"Perbuatan cabul ini terjadi pada 15 Januari 2022 sekitar jam 10 malam," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, Sabtu (22/1/2022).

Aszhari memaparkan pada malam itu Enton masuk ke rumah korban. Dia mendapati korban sedang tiduran.

Saat itu rok bocah perempuan tersebut tersingkap, dia tak mengenakan celana dalam. Enton yang melihat organ vital korban langsung berpikiran mesum.

Dia langsung mencabuli anak itu dengan jari tangan. "Hasil sementara dicabuli, dugaan diperkosa masih kita dalami," kata Aszhari.

Rupanya aksi bejat Enton diketahui oleh saudara kembar korban. Saat bapaknya pulang, aksi itu dilaporkan.

Karuan bapaknya berang, seisi kampung geger. Kemudian korban dibawa ke bidan dan diketahui ada luka robek di kelaminnya.

Polisi yang menerima laporan bapak korban langsung bertindak dengan mengamankan Enton.

Bocah kembar itu selama ini tinggal bersama bapaknya yang bekerja sebagai pemulung. Ibunya tak ada, karena bercerai. Jadi ketika bapaknya bekerja, kedua anak itu hanya ditemani tetangganya.

Selama ini pelaku juga sudah dianggap kakek oleh korban, sehingga dia bebas keluar masuk rumah meski malam hari.

"Lingkungannya memang berdampingan, mereka sesama pemulung. Pelaku sudah dianggap orang dekat. Jadi bisa keluar masuk rumah kapan pun," kata Aszhari.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Bejat, Ayam pun Jadi Korban

Dihadirkan dalam press release langkah Enton Sutanto (76) pelaku pencabulan terhadap bocah 4 tahun terlihat ringkih.

Di usia senjanya bapak beranak 5 itu harus berhadapan dengan jerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Melihat raganya tak sedikit orang merasa iba, namun prilaku seksualnya ternyata bejat. Dia punya istri tapi dalam keadaan sakit akibat stroke, sehingga tak bisa lagi melayani kebutuhan biologis Enton.

Orientasi seksual Enton tergolong tak lazim, selain diketahui melakukan pencabulan terhadap bocah 4 tahun tetangganya.

Dia juga diduga pernah menyalurkan hasrat seksualnya terhadap seekor ayam. Ada saksi yang melihat ketika dia berbuat hal gila itu.

"Iya ada saksi yang melihat dia berbuat begitu dengan seekor ayam. Tapi kami baru akan meminta keterangan saksinya," kata Kasat Reskrim AKP Agung Tri Poerbowo.

Sementara itu Dinas Sosial Kota Tasikmalaya bersama lembaga terkait langsung melalukan penanganan atas kasus tersebut.

"Jadi kedua anak ini sering ditinggal di rumah tanpa pendamping. Bapaknya setiap hati keliling jadi pemulung. Sementara ibunya tidak ada, sudah cerai," kata Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Hendra Budiman.

Lingkungan tempat tinggalnya juga dianggap kurang ramah anak. Mereka tinggal di rumah petak sesama pemulung. "Berbaur saja, pelaku juga sudah dianggap keluarga walau pun ternyata akhirnya jadi predator," kata Hendra.

Hendra mengatakan pihaknya sudah memberikan bantuan. Bapak korban sudah diberi gerobak angkringan sebagai sarana jualan. Untuk beberapa bulan ke depan, keluarga korban juga akan diberi bantuan bahan pangan.

"Harapannya dengan alih profesi jadi pedagang angkringan bapak korban bisa terus mendampingi anaknya. Jadi tidak lagi sering ditinggalkan. Bapaknya bisa cari duit tapi anak tetap terurus," kata Hendra.

(ern/ern)