Siswa SD Meninggal Pascavaksinasi di Sukabumi Disebut Alami Shock Septik

Siti Fatimah - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 13:16 WIB
Ilustrasi Vaksinasi Anak
Foto: detikcom
Sukabumi -

Muhammad Dalvin Alfian (11) siswa kelas enam Madrasah Ibtidaiyah Citamiang, Sukabumi meninggal dunia setelah hampir sepekan mendapatkan vaksin COVID-19 jenis Sinovac. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menjelaskan, anak tersebut mengalami shock septik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, dr Rika Mutiara mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dengan melakukan investigasi yang dipimpin langsung oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) dan pakar spesialis anak.

"Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, didapati kesimpulan bahwa penyebab kematian anak adalah syok septik akibat sepsis yang diderita anak," kata Rika dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Dia menjelaskan, sepsis adalah kondisi dimana kuman sudah menyebar ke seluruh tubuh dan kemudian merusak organ serta sistem yang ada dalam tubuh seseorang. Adapun penyebab sepsis pada anak, kata dia, adalah diare.

Rika meminta masyarakat agar tetap tenang dan sama-sama berupaya agar terhindar dari COVID-19.

"Sehingga dapat disimpulkan bahwa syok septik yang diderita almarhum bukan karena imunisasi tetapi koinsiden. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu atau kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkasnya.

Seperti diketahui, siswa MI yang meninggal dunia tersebut sebelumnya mengikuti vaksinasi di sekolahnya pada Sabtu (15/1) lalu.

Selama proses screening, Rika mengatakan, vaksinator sudah melakukan sesuai SOP yang berlaku. Dalam hasil screening tidak ditemukan adanya kendala dan masalah kesehatan, sehingga siswa tersebut layak untuk mendapatka vaksinasi COVID-19.

Lihat juga Video: Viral Suntik Vaksin Covid-19 Kosong di Medan, Menkes: Ya Berdosa Lah!

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)