Siswa di Sukabumi Meninggal Usai Vaksinasi, Satgas Lakukan Penyelidikan

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 16:17 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - JANUARY 13: A health worker prepares a dose of the AstraZeneca COVID-19 booster vaccine during the booster vaccination program on January 13, 2022 in Yogyakarta, Indonesia. While Southeast Asias vaccination programs have gathered pace, many countries in the region are yet to hit the high vaccination rates seen in developed nations. The emergence of Omicron in the region is adding to the urgency in countries like Indonesia, which has only fully vaccinated about 42 percent of its population as of last week, according to publicly available vaccination data. Some places in the region, such as Indonesia and Thailand, have rolled out a booster program alongside their primary vaccination programs in an attempt to aggressively bridge the gap. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Foto: Ilustrassi (Getty Images/Ulet Ifansasti).
Sukabumi -

MDA (11), murid kelas enam Madrasah Ibtidaiyah asal Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi meninggal usai menjalani vaksinasi anak. Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 Kewilayahan tengah melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut.

"Hari ini sedang diteliti apa penyebab kematiannya. Kita belum tahu (KIPI atau bukan) karena kita masih menunggu hasil penyelidikan atau pemeriksaan lanjutan," kata Camat sekaligus Satgas Kadudampit Yati Budiningsih di rumah duka, Jumat (21/1/2022).

Dia menjelaskan proses screening kesehatan yang dilakukan oleh vaksinator di sekolah telah sesuai dengan SOP (standard operating procedure). Diketahui, MDA menjalani vaksinasi pada Sabtu (15/1/2022) lalu di MI Citamiang.

"Gini SOP yang dilakukan oleh vaksinator sudah sesuai, sudah dilakukan. Dari hasil screening tidak ditemukan masalah-masalah kesehatan, kemudian anak juga dalam kondisi sehat sehingga dia layak untuk mendapatkan vaksin," katanya.

Penanganan KIPI untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, kata dia, ada di wilayah Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Sedangkan pada saat kejadian, orang tua tidak tahu dan langsung dilarikan ke RS Betha Medika.

"Ketika terjadi setelah vaksin anak demam itu karena kemarin tidak tahu anak harus dibawa ke mana, sehingga di kabupaten itu yang menangani KIPI itu ada di Sekarwangi sedangkan anak itu dibawanya ke Betha Medika," tuturnya.

Dia mengimbau agar warga tidak panik dan tetap berikhtiar untuk terhindar dari COVID-19. Dia juga memastikan, penjelasan mengenai kondisi yang saat ini terjadi pada MDA akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Yang ingin saya sampaikan bahwa vaksinasi itu ikhtiar kita bersama tujuannya tentu ingin menjaga masyarakat dari sakit, jangan sampai masyarakat kita ini terkena covid. Kalau misalnya kemudian ada hal-hal di luar harapan kita tentu saja ini harus dikaitkan sebagai kelemahan manusia," kata dia.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat itu KIPI atau bukan (bisa diketahui). Saya imbau masyarakat untuk tetap tenang," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, MDA dinyatakan meninggal pada Jumat (21/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga, setelah menerima vaksinasi COVID-19, MDA demam ringan hingga tinggi. Bahkan, ia juga sempat masuk sekolah pasca dua hari setelah vaksin COVID-19.

(mso/mso)