Truk Pasir Seruduk Bangunan SD di Sumedang, Sopir: Rem Blong

Nur Azis - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 21:29 WIB
Sebuah truk tronton bermuatan pasir menyeruduk bangunan SDN Cibeureum 4 di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.
Sebuah truk tronton bermuatan pasir menyeruduk bangunan SDN Cibeureum 4 di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. (Foto: Nur Azis/detikcom)
Sumedang -

Sebuah truk tronton bermuatan pasir menyeruduk bangunan SDN Cibeureum 4 di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Kamis (20/1/2022). Tidak ada korban jiwa namun bangunan dan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Truk tronton bermuatan pasir dengan Nomor D 9027 GR yang di kemudikan Iwan (40), diketahui baru saja mengangkut pasir dari area tambang pasir yang tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.

Namun diduga akibat rem blong, truk tersebut tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya menyereduk bangunan sekolah. Bahkan sebelum menjebol gedung sekolah, truk tersebut sempat menabrak truk lain di depannya. Beruntung tidak ada koban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Iwan mengatakan saat itu truk yang dikemudikannya hendak turun ke bawah sambil membawa muatan pasir. Namun tiba-tiba, rem kendaraannya mendadak blong hingga menabrak truk di depannya dan berakhir dengan menabrak bangunan sekolah.

"Saat itu mau turun ke bawah namun tiba-tiba rem mendadak blong hingga akhirnya menabrak bangunan sekolah," tutur Iwan kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Cibeureum 4 Lilis menuturkan, saat peristiwa itu terjadi kebetulan tidak ada aktivitas di sekolah lantaran guru dan murid sudah pada pulang.

Namun demikian, lanjut dia, bangunan gedung dan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat kejadian itu.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa namun ruang guru dan kepala sekolah serta fasilitas sekolah mulai dari, kursi, lemari, bangku sekolah dan printer mengalami kerusakan akibat kejadian ini," ujar Lilis.

Lilis mengatakan, pihaknya belum dapat menaksir berapa kerugian akibat kejadian itu. Namun untuk sementara, ruang guru dan kepala sekolah dipindah ke ruangan lainnya.

"Sementara untuk besok kita pindah dulu keruang kelas yang lain karena yang ini hancur berantakan. Mungkin besok kita akan mulai menghitung kerugiannya," pungkasnya.

Lihat juga video 'Viral Video Truk Vs Motor di Kudus':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)