Twibbon 'Kuring Urang Sunda' Ramaikan Jagat Maya

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 14:22 WIB
Twibbon yang dibuat, digunakan warga untuk diupdate di media sosialnya, ada yang dijadikan status WhatsApp, Instagram, Facebook dan media sosial lainnya.
Twibbon yang dibuat, digunakan warga untuk diupdate di media sosialnya, ada yang dijadikan status WhatsApp, Instagram, Facebook dan media sosial lainnya. (Foto: tangkapan layar)
Bandung -

Statemen kontroversial yang dilontarkan Arteria Dahlan mengundang reaksi dari berbagai elemen kelompok Kesundaan. Berbagai tokoh dan kelompok Sunda mengkritik pernyataan kader PDI Perjuangan yang saat ini duduk di parlemen sebagai anggota DPR RI.

Buntut pernyataan kontroversi Arteria Dahlan, netizen di jagat maya juga diramaikan dengan gerakan membuat twibbon. Twibbon yang dibuat, digunakan warga untuk diunggah di media sosialnya, ada yang dijadikan status WhatsApp, Instagram, Facebook dan media sosial lainnya.

Dilihat detikcom, di web twibbonze lebih dari 50 twibbon yang bisa digunakan pengguna dengan bingkai dan tulisan berbeda-beda.

Masih dilihat di web tersebut, ada twibbon yang digunakan hingga 294 ribu pengguna. Ada juga yang sudah digunakan oleh 1-9 ribu pengguna.

Beragam tulisan, terdapat di Twibbon tersebut, di antaranya Kuring Urang Sunda, Ulah Era Nyarita ku Basa Sunda, Aing Urang Sunda Sia Rek Naon, Sunda Wibawa, Aing Sunda Banten, Siliwangi dan lainnya.

Seperti diketahui, kontroversi ini dipicu ucapan Arteria Dahlan yang meminta Kajati diganti karena berbahasa Sunda saat rapat dalam forum Komisi III DPR dan Kejaksaan Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1) lalu.

Arteria Dahlan Minta Maaf

Arteria Dahlan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda. Hal itu terkait ucapan meminta kajati berbahasa Sunda diganti oleh Jaksa Agung.

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda, atas pernyataan saya beberapa waktu lalu," ujar Arteria usai memberikan klarifikasi kepada PDIP, Kamis (20/1/2022).

Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi," kata Arteria.

(yum/bbn)