Tempat Evakuasi di Pesisir Pandeglang Rawan Longsor-Sulit Diakses Warga

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 20:22 WIB
Tempat evakuasi yang kini rawan bencana longsor
Foto: Tempat evakuasi yang kini rawan bencana longsor (Istimewa).
Pandeglang -

Warga yang tinggal di pesisir Pandeglang, Banten saat ini mengkhawatirkan tempat evakuasi di kampung mereka yang kini malah rawan terjadi longsor. Pasalnya, tempat tersebut sudah biasa digunakan warga untuk menyelamatkan diri jika terjadi gempa yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi tsunami.

Tempat yang dimaksud terletak di Kampung Lumus Balang, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Perkampungan ini sudah ditunjuk pemda menjadi titik evakuasi bagi warga jika terjadi gempa dan tsunami lantaran daerahnya merupakan perbukitan. Tapi kini, masalah baru muncul setelah tempat tersebut menjadi kawasan yang rawan bencana longsor.

"Longsornya udah lama, sebelum gempa kemarin juga udah ada pergerakan tanahnya. Tapi setelah gempa itu semakin parah kang kondisinya," kata Hatta, warga setempat saat dihubungi detikcom di Pandeglang, Rabu (19/1/2022).

Ia mengungkap, setelah kejadian tsunami Selat Sunda akhir tahun 2018 silam, perkampungan tersebut mulai ditunjuk pemerintah menjadi tempat evakuasi bagi warga sekitar. Papan rute evakuasi juga turut dipasang yang menandakan jika terjadi gempa dan tsunami, maka warga tidak perlu bingung mencari tempat evakuasi untuk menyelamatkan dirinya masing-masing.

Namun setelah itu, masalah baru mulai mengintai keselamatan warga. Sembari menunjukkan gambar di lokasi tersebut, Hatta menyatakan perkampungan itu sekarang rawan terjadi longsor lantaran tanah-tanah perbukitannya sudah ada yang mulai ambles.

"Kalau akses memang udah mudah sekarang ke sana, soalnya ada kampung juga di tempat evakuasi tersebut. Cuma yang kami khawatirkan itu longsor kang, jangan sampai nanti warga yang mengungsi dari gempa sama tsunami malah kena sama bencana lain di tempat evakuasi ini," ungkapnya.

"Jadi, kami pinginnya segera ditangani. Biar warga juga enggak ngerasa was-was terus apalagi sekarang sudah banyak diimbau soal potensi megathrust itu," harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Desa Tunggaljaya Andi Suandi mengaku sudah lama melaporkan kejadian mengenai longsoran di tempat evakuasi Kampung Lumus Balang ini ke Kementerian PUPR supaya segera ditangani. Namun hingga kini, belum ada respons dari kementerian tersebut.

"Itu kan dilaporkan sama warga setempat sejak satu tahun yang lalu, terus saya buat permohonan ke Kementerian PUPR untuk pembangunan tempat evakuasi tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya," katanya.

Andi mengungkap, tempat evakuasi di kampung itu menjadi salah satu rute yang aman bagi warga lantaran berada di daerah perbukitan dan jauh dari pesisir pantai. Pihak desanya pun berencana mengucurkan anggaran supaya pergerakan tanah di sana bisa ditangani dan tak membahayakan warga yang mau menyelamatkan diri nantinya.

"Tempatevakuasinya cukup aman bagi warga jika terjadi gelombang tinggi air laut, posisinya ada di tempat perbukitan. Bukan hanya bagi warga di desa saya saja, tapi desa tetangga juga bisa menggunakannya kalau terjadi bencana tsunami. Rencana di kegiatanmusrembangdes akan kita usulkan, kalau tidak bisa diusulkan ke kecamatan sampai ke kabupaten,"tuturnya.