Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Tiga Hotel di Tasikmalaya Ditutup!

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 19:17 WIB
Petugas segel hotel di Tasikmalaya.
Foto: Petugas segel hotel di Tasikmalaya (Faizal Amiruddin/detikcom).
Tasikmalaya -

Aparat gabungan Pemkot Tasikmalaya melakukan penyegelan atau penutupan tiga hotel yang berada di wilayah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (19/1/2022) petang.

Penutupan hotel DG, DP dan hotel LJ itu dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran aturan kesusilaan dan Perda Pariwisata. Ketiga hotel itu dianggap kerap dijadikan tempat kegiatan prostitusi dan jadi tempat 'indehoy' pasangan bukan suami istri.

"Memang ada laporan dari masyarakat terkait adanya kegiatan yang melanggar aturan. Kemudian setelah kami lakukan monitoring ternyata benar, ada dugaan prostitusi dan ditemukan botol-botol miras," kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tasikmalaya Dedi Tarhedi.

Sementara itu jalannya proses penyegelan sendiri berlangsung kondusif. Pengelola tidak melakukan perlawanan. Petugas memasang segel yang menjadi penanda operasional hotel dihentikan sementara. Aparat dari TNI dan Polri tampak ikut mendampingi.

"Ada pelanggaran Perda Pariwisata, sehingga pihak Dinas Pariwisata memberikan surat kepada kami untuk melakukan penutupan," kata Dedi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Tasikmalaya Rita Melya mengatakan dengan penyegelan ini pengelola hotel harus menutup sementara operasional. Mereka harus melakukan pembenahan dan mengikuti aturan jika ingin beroperasi kembali.

"Izin operasionalnya kami bekukan, jika ingin beroperasi kembali harus dibenahi dulu. Jangan ada aturan yang dilanggar, terutama menyangkut kegiatan prostitusi dan prosedur penerimaan tamu," kata Rita.

Rita mengakui hotel merupakan salah satu aset sektor pariwisata. Namun, dia mengingatkan ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. Sehingga perlu dilakukan pembinaan hingga penindakan.

"Ini kan karena ada keresahan dari masyarakat, kemudian setelah Satpol PP melakukan monitoring ternyata laporan masyarakat itu benar. Selain itu ada salah satu hotel yang izinnya masih bermasalah," kata Rita.

Pengelola hotel Daya Prima Dadan mengatakan tidak ada kegiatan prostitusi di hotelnya. "Prostitusi nggak ada, saya tidak menjual cewek. Mereka (tamu) bawa sendiri, datang sudah berpasangan. Katanya mau istirahat, ya kami terima," kata Dadan.

Dia menambahkan sebelum petugas melakukan penyegelan telah didahului oleh datangnya surat peringatan. "Iya ada suratnya. Saya tidak tahu isinya, langsung ke pemilik," kata Dadan seraya mengakui bahwa surat itu tak pernah dia tanggapi.

Widya salah seorang warga pemilik warung di sekitar hotel mengaku dirinya setuju tidak setuju dengan penutupan itu.

"Tidak setujunya, kalau hotel tutup saya jualan jadi sepi. Setuju kalau memang itu untuk memberantas prostitusi," katanya.

Sementara itu salah seorang warga setempat menuding hotel itu kerap dijadikan tempat 'ketemuan' praktek prostitusi online. "Perempuan yang open BO di aplikasi-aplikasi itu mangkalnya di sana," katanya.

(mso/bbn)